Romanus: Masyarakat NTT Jangan Berlomba-lomba Menjadi Caleg

Romanus: Masyarakat NTT Jangan Berlomba-lomba Menjadi Caleg

Salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Merauke, Papua, Romanus Mbaraka diterima masyarakat NTT dengan selendang

Metro Merauke – Salah seorang tokoh masyarakat Kabupaten Merauke, Romanus Mbaraka mengingatkan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) di wilayah itu, supaya kompak dan tidak berlomba-lomba mencalonkan diri sebagai calon legislatif (caleg) pada pemilu 2019 mendatang.

“Pada 2019, akan berlangsung pemilihan legislatif. Jika orang NTT ingin menghantar wakilnya duduk di kursi DPRD Merauke, maka tidak berlomba-lomba menjadi caleg,” kata Romanus ketika bertatap muka dengan masyarakat di SP-7, Kampung Hidup Baru, Distrik Tanah Miring, Rabu (6/12).

Menurutnya, jika semua ingin menjadi caleg berbagai partai politik, impian dan harapan menghantar wakilnya ke kursi dewan, tak akan tercapai. Masyarakat NTT di Merauke hanya akan menjadi penyumbang suara untuk orang lain.

“Saya dengar di daerah pemilihan III, ada tiga caleg orang NTT yakni Siprianus Muda, Hendrikus Sareng serta Donatus Manu. Jika benar demikian, harus membangun kekompakan dengan baik,” ujarnya.

Katanya, dari data yang dimiliki, jumlah masyarakat NTT, khususnya di lokasi eks transmigrasi mencapai 2.000 lebih pemilih. Jumlah suara ini dapat menyumbang satu hingga dua kursi DPRD Merauke.

“Kalau semua menginginkan ada perwakilan di dewan, kuncinya satu suara yang harus dibawa. Sekali lagi saya minta ketiga caleg dari lokasi eks transmigrasi, harus duduk dan bicara dari hati ke hati. Tidak boleh jalan sendiri-sendiri,” katanya.

Selain itu ia berharap, caleg yang maju memiliki gambaran visi dan misi jelas. Apa yang nanti akan dilakukan untuk masyarakat ketika sudah duduk di DPRD Merauke. (LKF/Arjuna)

Advertisement