Lantamal XI Bantah Prajuritnya Aniyai Warga Distrik Malind

Lantamal XI Bantah Prajuritnya Aniyai Warga Distrik Malind

Pertemuan instansi terkait dan warga pasca keributan di pesta salah satu rumah warga di Distrik Malind

Metro Merauke – Pihak Lantamal XI Merauke, Papua membantah informasi yang menyebut prajurit marinir menganiaya dua orang pemuda di Kampung Waninggap Nanggo, Distrik Malind, Kabupaten Merauke, beberapa hari lalu.

Asintel Danlantamal XI, Kolonel Laut (T) Totok Noriyanto didampingi Danyonmarhanlan XI, Lekol Mar Danang Wahyu Isbiantoro kepada sejumlah wartawan menilai, informasi itu menyudutkan pihak tertentu.

Katanya, keterangan berbagai pihak, tidak ada penganiayaan oleh jajarannya yang bertugas di Pos Marinir Distrik Malind. Namun marinir berupaya melakukan pengamanan saat terjadi keributan di salah satu rumah warga yang sedang menggelar hajatan, beberapa ketika itu.

“Saat itu, Rabu (29/11), ada hajatan di salah satu rumah warga, Eko Kapasiang. Ketika warga menikmati hiburan sambil bergoyang, sekira pukul 02.00 WIT, ada warga yang sudah dipengaruhi minuman beralkohol (minol) ikut goyang, membawa pisau dapur dan mulai membuat keributan,” katanya, Minggu (3/12).

Menurutnya, karena khawatir mengganggu, yang bersangkutan langsung diamankan Komandan Pos (Danpos) Marinir yang ketika itu sedang berada di TKP.

“Bahkan Danpos Marinir sempat mengalami luka di bagian tangan akibat sabetan alat tajam yang hendak dirampasanya dari tangan warga,” ujarnya.

Kepala Pos Polisi Malind, Iptu Paul mengatakan hal yang sama. Menurutnya, kedua pemuda yang berbuat onar yakni SRG dan LG, langsung diamankan petugas. Karena situasi tidak kondusif, acara di pesta terpaksa dihentikan.

“Kalau tidak diamankan, bisa malah lebih parah, karena pelaku membuat keributan di pesta. Yang jelas tidak ada penganiayaan. Warga sempat mengeroyok pelaku karena kesal keduanya membuat keributan dan langsung diamankan petugas,” kata Paul.

Keesokan harinya lanjut dia, kedua pemuda itu dibawa ke puskemas untuk diobati dan diminta membuat surat pernyataan dan permintaan maaf, tidak akan meresahkan masyarakat dan disaksikan berbagai pihak. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement