Tiga Oknum TNI Diduga Aniayai Almarhum Izak

Tiga Oknum TNI Diduga Aniayai Almarhum Izak

Komandan POM AD, Kapten CPM Budi Hartono

Metro Merauke – Komandan POM AD Merauke, Papua, Kapten CPM Budi Hartono mengatakan, pihaknya telah memeriksa sembilan anggota TNI yang bertugas di Pos Kimaam, tiga diantaranya diduga menganiaya Izak Dermuye Kua (23), warga Kampung Woner, Distrik Kimaam, yang meninggal dunia di ruang sel Polsek Kimaam, Minggu (19/11) lalu.

Ia mengatakan, Polisi Militer (POM) AD Merauke, telah menahan tiga oknum TNI yang diduga melakukan penganiyaan yakni Serda LD, Prada A dan Prada F. Tiga anggota Batalyon 755/Yalet itu kini menjalani pemeriksaan intensif di POM.

“Enam orang yang ikut diperiksa, sudah dikembalikan ke Batalyon 755/Yalet, sedangkan Serda LD, Prada A dan Prada F masih harus menjalani pemeriksaan intensif, karena terindikasi sebagai pelaku pemukulan,” katanya, Senin (27/11).

Meski begitu katanya, praduga tak bersalah harus dikedepankan, hingga proses hukum yang kini sedang dilakukan rampung.

“Untuk kelancaran tahapan pemeriksaan, kami telah melayangkan surat permohonan penahanan sementara untuk 20 hari ke depan. Pemeriksaan masih terus berjalan supaya bisa terang benderang,” ujarnya.

Menurutnya, POM Merauke telah membentuk dua tim penyidik untuk mengungkap kebenaran di balik kasus ini. Satu tim ditugaskan di Kimaam dan tim lain di POM Merauke.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun pihaknya lanjut dia, ketika itu anggota Pos 755/Yalet mendapatkan laporan dari istri korban yang mengaku mengalami KDRT dari suaminya, Izak.

“Korban dalam kondisi mabuk membuat keributan memukul istrinya. Istrinya melapor ke pos. Padahal sudah diarahkan untuk lapor kepolisi, tapi katanya tidak ditanggapi dan langsung melapor ke pos Yalet,” ucapnya.

Berdasarkan laporan itu, anggota pos mencari pelaku, tapi tidak ditemukan. Pada malam harinya, ada laporan dari keluarga kalau korban sudah pulang ke rumah. Tiga anggota TNI yang kini menjadi terduga, kemudian mengamankan Izak.

“Ketiga terduga mengaku memukul korban untuk memberikan efek jera. Namun upaya berlebihan ini berakibat fatal. Kami telah menemukan sejumlah alat bukti yang diduga digunakan memukul korban,” ujarnya.

Dikatakan, dari hasil pemeriksaan terhadap tiga terduga, korban ketika itu dicambuk dan dipukul menggunakan rotan, kabel, dan selang air. Setelah itu, korban dibawa ke Polsek Kimaam.

Beberapa jam kemudian ada anggota Polsek mendatangi ke Pos TNI dan menyampaikan Izak meninggal dunia. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement