Diduga Aniaya Warga Hingga Meninggal, Tiga Oknum TNI Terancam Penjara

Diduga Aniaya Warga Hingga Meninggal, Tiga Oknum TNI Terancam Penjara

Ilustrasi prajurit TNI

Metro Merauke – Komandan Polisi Militer Angkatan Darat (POM AD), Kapten CPM Budi Hartono mengatakan, jika Serda LD, Prada A dan Prada F, anggota Batalyon 755/Yalet terancam dikenakan pasal 351 KUHP dengan ancaman dua tahun delapan bulan penjara, jika terbukti bersalah terkait meninggalnya warga Kampung Woner, Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke, Izak Dermuye Kua (23), pekan lalu.

Ia mengatakan, jika ketiga terduga yang kini diperiksa intensif POM AD Merauke terbukti penyebab meninggalnya seseorang, mereka terancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara dan dimungkinkan ada hukuman tambahan.

“Setiap anggota TNI yang melakukan pelanggaran hukum akan diproses. Termasuk dalam kasus yang terjadi di Distrik Kimaam,” katanya, Senin (27/11).

Namun ia membantah ada desakan dari TNI yang meminta pihak keluarga korban menghentikan proses hukum kasus ini.

“Memang benar ada pendekatan ke keluarga dan penyerahkan santunan sebagai empati yang diterima keluarga korban. Namun yang pasti bukan untuk menghentikan kasus ini,” ujarnya.

Menurutnya, TNI adalah warga negara dan tidak kebal hukum, sehingga tak ada istilah menghentikan kasus itu. Pemberian santunan sebagai bentuk empati kepada keluarga korban, nantinya tak dapat meringankan proses hukum.

“Kini proses hukumnya masih berjalan dengan memeriksa tiga oknum TNI,” katanya. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement