Demi Pakai High Heels, Wanita Ini Operasi Jari Kaki

Demi Pakai High Heels, Wanita Ini Operasi Jari Kaki

Simak alasan kamu dilarang pakai high heels saat hamil | Liputan6

Metro Merauke – Demi tetap bisa memakai high heels, publisis kawakan Peggy Siegel (70) melakukan prosedur “toe reductions” atau operasi jari kaki. Hal itu diungkapnya melalui buku terbaru How to Look Like Me at 70 yang baru saja dia terbitkan mandiri musim gugur ini.

Buku tersebut berisi daftar dokter, penata gaya, serta ahli tata rias wajah di New York yang menjadi favoritnya. Dan Peggy yang kerap wara-wiri di karpet merah menulis manfaat yang dia dapat ketika menggunakan jasa Dr Richard Frankel, podiatrisnya selama 30 tahun.

“Partner Dr (Jonathan) Levy, Dr (Richard) Frankel, yang merupakan podiatrisku selama 30 tahun melakukan prosedur toe reductions (operasi jari kaki) terbaik, tapi dia baru saja pensiun,” tulisnya di halaman panduan.

“Dr Levy menjamin aku bisa bebas dari bunion (jempol kaki bengkok) dan corns (bintil di sendi jari kaki). Bila Anda kerap wara-wiri di karpet merah (dengan high heels) sepertiku, corns jadi masalah besar,” lanjutnya.

Namun, Dr Levy meluruskan, yang disebut dengan reduksi jari bukan benar-benar memotong atau mengoperasi jari kaki, melainkan meluruskan kondisi tulang jari kaki yang bengkok, menghilangkan corns serta memperbaiki kelainan bentuk lainnya.

Kondisi jari kaki yang bengkok bisa menimbulkan nyeri, terutama jika dipaksa masuk ke dalam sepatu yang bentuknya menyempit seperti high heels. Langkah operasi kerap menjadi pilihan karena dengan begitu pasien bisa memiliki kaki yang lebih indah dan memiliki lebih banyak pilihan sepatu cantik.

Risiko yang mengintai
Meski begitu, ahli kaki lain memperingatkan risiko prosedur dalam daftar Peggy Siegel tersebut. Dr Rock Positano, direktur foot service nonbedah di Hospital for Special Surgery mengingatkan untuk berhati-hati ketika memilih toe reductions.

“Anda harus sangat berhati-hati ketika akan menghilangkan tulang bagian mana pun atau mengubah struktur dengan cara apa pun karena itu bisa memengaruhi keseimbangan, cara berjalan, serta hidup Anda,” ujarnya, melansir laman New York Post, Senin (27/11).

Alih-alih melakukan operasi jari kaki, Positano menyarankan memilih alas kaki dengan ruang yang lebih lebar. “Ada banyak sepatu indah yang bisa dikenakan dengan nyaman,” ucapnya. Sepatu-sepatu tersebut mungkin dibanderol dengan harga yang sedikit lebih mahal tapi lebih sehat bagi kaki. (Dyah Puspita Wisnuwardani)

Sumber: Liputan6

Advertisement