2 Kelompok Warga Perang di Mimika, 200 Polisi Amankan Lokasi

2 Kelompok Warga Perang di Mimika, 200 Polisi Amankan Lokasi

Foto: Detik

Metro Merauke – Dua kelompok warga di Distrik Kwamki Narama, Timika, Papua, terlibat perang. Mereka saling serang menggunakan alat perang tradisional berupa panah, parang dan kampak.

Perang yang terjadi hari ini adalah buntut tewasnya seorang warga dari kampung Mekurima (kubu atas), Dedi Kiwak pada Minggu (12/11) lalu. Dedi meninggal setelah tertembus 20-an anak panah di seluruh tubuhnya. Diduga hal itu dilakukan oleh warga dari kampung Landu Mekar (kubu bawah).

Tidak terima dengan pembunuhan itu, kelompok warga kampung Mekurima menuntut balas kematiannya sehingga terjadilah perang. Aksi balas dendam hingga perang terjadi sejak Minggu (19/11) hingga hari ini.

Dua kubu dari kedua kampung itu kembali terlibat bentrok Senin (27/11) pagi ini. Kedua kubu saling panah di antara hutan-hutan perbatasan dua kampung tersebut.

Wakapolres Mimika Kompol Arnolis Korwa yang berada di lokasi mengatakan, pihaknya telah melakukan pendekatan terhadap tokoh-tokoh adat dan terus mengedepankan pendekatan yang persuasif.

“Ya kita sudah melakukan pendekatan- pendekatan persuasif. Kami imbau, perang-perang terus sampai bayar kepala bukan zamannya lagi. Lebih baik uang itu dipakai buat sekolah,” kata A Korwa.

200 Personil Polres Mimika yang terdiri dari Dalmas dan jajaran Polisi lainnya dikerahkan guna menengahi perang di Distrik tersebut.

“Ada dua ratusan polisi sudah disiagakan di Kwamki Narama. Kami akan sweeping dan sita semua panah-panah,” tambah A Korwa. Karena selalu dihalau oleh aparat kepolsiain, bentrok antar dua kelompok warga di Distrik Kwamki Narama lakukan di dalam hutan. (asp/asp)

Sumber: Detik

Advertisement