Unik! Bukannya Bakar Jagung, di Papua Ada Tradisi Bakar Batu, Ini Maknanya

Unik! Bukannya Bakar Jagung, di Papua Ada Tradisi Bakar Batu, Ini Maknanya

Tradisi unik di Papua | Foto: Ist

Metro Merauke – Menjadi pulau yang berada paling timur di Indonesia, Papua memiliki kebudayaan yang maknanya tidak banyak orang yang tahu. Tradisi yang dimiliki warga yang mendiami Papua, terkesan eksotis karena masih tradisional, dan tetap dipertahankan.

Salah satu tradisi adat yang masih dilakukan oleh masyarakat di Papua ialah Tradisi Bakar Batu. Tradisi yang terdengar unik di telinga ini, merupakan tradisi yang sudah cukup tua. Meskipun terdengar unik, tapi tradisi bakar batu memiliki simbol yang mendalam, dan makna yang cukup berarti.

Bakar batu akan dilakukan oleh masyarakat Papua sebagai tanda dari rasa syukur, dan simbol persaudaraan. Dengan membakar batu, masyarakat biasanya akan memasak beberapa jenis makanan yang didapat dari alam sekitar. Ubi, singkong, sayur-sayuran, hingga babi bisa dimasak dalam tradisi bakar batu ini.

Beberapa jenis bahan makanan tersebut, dimasak di atas batu yang telah dipanaskan sebelumnya. Sebelum bisa dimasak, terlebih dahulu warga akan menyiapkan lubang yang digali cukup dalam, kemudian kayu bakar, dan batu disusun.

Batu-batu yang ukurannya paling besar di tempatkan paling bawah, sementara di bagian paling atas kayu bakar disusun, dan di atas kayu bakar disusun kembali batu-batu yang ukurannya lebih kecil. Setelah itu, barulah bahan makanan bisa dimasak di atasnya, saat batu sudah panas.

Kemudian, ketika makanan telah masak, kegiatan selanjutnya ialah makan bersama. Tali persaudaraaan, dan keharmonisan masyarakat Papua akan kian kuat dengan diadakannya tradisi bakar batu ini. Selain itu, tradisi yang telah cukup lama dilakukan oleh warga tersebut juga dilakukan dalam prosesi upacara kematian.

Tradisi bakar batu atau yang juga dikenal dengan Barapen ini, juga berkembang seiring dengan zaman. Barapen kini tidak hanya diselenggarakan ketika ada yang melahirkan, meninggal, dan merayakan kebahagiaan saja, tapi juga kerap dilakukan ketika ada tamu besar yang datang berkunjung ke Papua, seperti pejabat negara, pun yang lainnya, yang dihormati oleh masyarakat setempat. (dno)

Sumber: Okezone

Advertisement