Kabandara Ancam Tutup Bandara Mopah, Jika Kembali Dipalang

Kabandara Ancam Tutup Bandara Mopah, Jika Kembali Dipalang

Suasana pemalangan di area Bandara Mopah, Kabupaten Merauke, Papua

Metro Merauke – Kepala Bandara (Kabandara) Mopah, Kabupaten Merauke, Papua, Budi Djatmiko mengacam akan menutup bandara, jika pemilik ulayat kembali melakukan pemalangan.

Ia meminta Pemkab Merauke serius menyelesaikan pembayaran kompensasi tanah bandara, seperti tuntutan pemilik ulayat, sehingga tidak ada lagi aksi pemalangan, karena dikhawatirkan aktivitas di bandara terhambat.

Katanya, setelah membuka pemalangan yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam, Sabtu (25/11), pemilik ulayat mengancam akan kembali melakukan aksi serupa jika tuntutan mereka tidak segera diselesaikan.

“Kami sudah berkomunikasi langsung dengan Pemkab Merauke, melalui Wakil Bupati Sularso dan kepada pemerintah pusat. Kalau besok masih dipalang, justru kami akan tutup Bandara Mopah,” kata Djatmiko kepada wartawan, Sabtu (25/11).

Sebagai penyelenggara operasional penerbangan lanjut dia, pihaknya sangat memprioritaskan keselamatan, kenyamanan dan keamanan. Berbagai masalah diharapkan dapat terselesaikan, supaya tidak mengganggu operasional bandara.

“Sudah pasti jika bandara sampai ditutup, dampaknya besar sekali. Kalau menuntut ke kami, itu tidak tepat, harusnya ke pemda. Sebagai penyelenggara operasional penerbangan, jika keselamatan terganggu, kami akan bertindak,” ujarnya.

Pemilik ulayat, Simson Mahuze melakukan pemalangan di ujung landasan bandara, Sabtu (25/11) pagi, sebagai bentuk kekesalan pihaknya, karena pemerintah kabupaten telah berjanji segera menyelesaikan tuntutan pembayaran kompensasi tanah bandara, namun belum terwujud.

“Ketika negosiasi, kami minta tenda dibongkar karena dapat mengganggu penerbangan. Kami coba komunikasikan ke pemda melalui wakil bupati untuk dilakukan pertemuan dengan warga,” katanya.

Saat itu pesawat Garuda akan mendarat, kalau dilihat tidak aman, maskapai tidak mau mendarat. Namun, akhirnya warga bersedia membongkar sendiri tendanya. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement