Dewan Pers Kecam Maraknya Media Abal-abal

Dewan Pers Kecam Maraknya Media Abal-abal

Ketua Dewan Pers, Yoseph Ady Prasetyo sedang bicara dalam kegiatan di salah satu hotel di kawasan Tangerang, Banten beberapa hari lalu

Metro Merauke – Dewan Pers mengecam maraknya media abal-abal, baik cetak maupun online yang muncul dalam beberapa tahun terakhir. Keberadaan media ini menjadi catatan khusus Dewan Pers untuk segera ditertibkan, karena terus menjadi sorotan berbagai pihak.

Hal ini dikatakan Ketua Dewan Pers, Yoseph Ady Prasetyo dalam arahannya kepada 30 perwakilan jurnalis dari seluruh Indonesia, dan utusan dosen dalam pembahasan tentang Indeks Kemerdekaan Pers (IPK) di salah satu hotel di kawasan Tangerang, Banten, Jumat (24/11).

Ia mengatakan, media abal-abal muncul temporer, ketika ada ucapan iklan pelantikan pejabat atau hajatan besar lain. “Disitu, medianya diterbitkan. Setelah itu, menghilang. Itu yang berlaku untuk media cetak,” katanya.

Untuk media online abal-abal katanya, lebih berorientasi mengejar kerjasama halaman dengan pemerintah. Praktek ini yang sering dilakukan.

Selain itu, ketika ada konferensi pers, juga muncul wartawan abal-abal. Akan muncul banyak orang, dengan pertimbangan setelah sesi jumpa pers, akan mendapatkan amplop.

Katanya, kedepan wartawan abal-abal harus ‘dibasmi.’ Caranya menerapkan uji kompetensi setiap wartawan. Tahun depan, setiap wartawan yang melakukan wawancara kepada narasumber, wajib menunjuk kartu lulus uji kompetensi.

“Kami dari dewan pers akan mengeluarkan surat edaran ke pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota agar tak melayani wartawan yang tidak memiliki kartu uji kompetensi,” ujarnya.

Menurutnya, langkah ini sebagai solusi menekan menjamurnya wartawan abal-abal. “Kita tidak boleh membiarkan kondisi begini terjadi terus menerus,” katanya. (LKF/Arjuna)

Advertisement