Tim Independen akan Pastikan Dugaan Pelecehan Agama di Kimaam

Tim Independen akan Pastikan Dugaan Pelecehan Agama di Kimaam

Tokoh Masyarakat Merauke, Johanes Gluba Gebze

Metro Merauke – Tim independen lintas sektor, tidak hanya akan mengawal pengungkapan kasus meninggalnya Izak, warga Kampung Woner, Distrik Kimaam, Merauke, Papua di sel tahanan kepolisian, juga akan memastikan dugaan pelecehan agama yang diduga dilakukan oknum guru SD Kumbis, Distrik Kimaam, karena telah meresahkan warga.

Tokoh Masyarakat Merauke, Johanes Gluba Gebze mengatakan, berdasarkan sumber pihaknya, beberapa waktu lalu oknum guru itu memberikan materi pelajaran, namun menyinggung mengenai SARA (Suku, Agama dan Ras).

“Informasi dari warga setempat, ada unsur pelecahan agama di dalam kelas. Tim independen dari unsur kepolisian, DPRD, LMA, tokoh masyarakat dan gereja akan mengecek dan uji kebenaran. Setelah pertemuan bersama, tim independen akan segera turun,” katanya kepada wartawan di DPRD Merauke, Rabu (22/11).

Menurutnya, guru sebagai pendidik sepatutnya mengajarkan landasan moralitas kebangsaan yang baik kepada generasi bangsa. Bukan sebaliknya, menjadi penyerang untuk umat lainnya.

“Ada ucapan oknum guru tersebut dinilai sangat tidak terpuji dan telah menyinggung salah satu agama,” ujarnya.

Ia menyayangkan jika hal tersebut benar terjadi dan berharap, masalahan itu dapat diusut tuntas. “Jangan pernah mengingung terkait SARA. Bangsa ini sudah komit tidak boleh menyetuh hal itu dan menjadi fundamental untuk menjaga kerukunan dan toleransi,”  ucapnya.

Dikatakan, Negara Indonesia kaya kebhinekaan dan beragam perbedaan, sehingga setiap warga negara memiliki tanggung jawab untuk menjaganya. Hal itu sebagai fondasi perekat untuk dijaga, sehingga tidak terjadi gesekan karena keliru dalam berucap. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement