Karet Produksi Masyarakat Boven Digoel Dikirim ke Jakarta

Karet Produksi Masyarakat Boven Digoel Dikirim ke Jakarta

Lempengan karet hasil produksi masyarakat di Kabupaten Boven Digoel, Papua

Metro Merauke – PT Kaiwen Yedija Sejahtera untuk pertama kalinya mengirim 15 ton lempengan atau sit karet, hasil produksi masyarakat Kabupaten Boven Digoel, Papua ke Jakarta, Sabtu (19/11).

Direktur PT Kaiwen Yedija Sejahtera Boven Digoel, Nathalis B Kaket kepada wartawan, Selasa (21/11) mengatakan, ini merupakan salah satu visi misi Bupati-Wakil Bupati Boven Digoel, Benediktus Tambonop-Chaerul Anwar, sebagai salah satu bentuk pemberdayaan dan peningkatan ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, selama setahun, pihaknya melatih masyarakat kampung dan distrik di Boven Digoel cara penyadapan, penyayatan, pembekuan, pengasapan, hingga menjadi lempengan atau sit karet berkwalitas.

“Puji Tuhan, hasil kerja keras bersama masyarakat membuahkan hasil. Sebanyak 15 ton lempengan karet dikirim ke salah satu perusahan di Jakarta,” katanya.

Katanya, target produksi sit karet setiap tahunnya yakni 180 ton. Ini langkah awal dan kedepan produksi ditingkatkan, namun kwalitas harus diperhatikan.

“Memang yang harus saya perhatikan kembali adalah kwalitas karetnya, karena itu akan dilirik perusahan yang memproduksi ban,” ujarnya.

Dikatakan, semua lempengan karet itu diproduksi masyarakat asli Papua di Boven Digoel. Ini merupakan langkah awal kebangkitan orang asli Papua.

Kini sebanyak 5.000-6.000 kepala keluarga di Boven Digoel memiliki pohon karet dengan total lahan keseluruhan mencapai 3.000 hektar. Umumnya, pohon karet tersebut, usia produktif dan dapat disadap.

“Saya berterimakasih kepada bupati Boven Digoel, karena memberikan dukungan penuh terhadap pelatihan dan pembinaan, juga mendorong masyarakat terus menyadap getah karet dari waktu ke waktu,” ucapnya. (LKF/Arjuna)

Advertisement