Warga Woner Meninggal Dalam Tahanan Polsek Kimaam

Warga Woner Meninggal Dalam Tahanan Polsek Kimaam

Ketua Komisi A DPRD Merauke, Moses Kaibu

Metro Merauke – Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Merauke, Moses Kaibu mengatakan ia diinformasikan, seorang warga Kampung Woner, Distrik Kimaam bernama Izak meninggal dalam sel tahanan Polsek Kimaam, Minggu (19/11) malam.

“Betul, Izak meninggal di sel tahanan Polsek, diduga dianiaya terlebih dahulu oleh oknum anggota TNI di Pos Yalet. Saya baru dapat laporan dari masyarakat semalam dari Kimaam,” katanya kepada Metro Merauke, Senin (20/11).

Menurutnya, awalnya warga memprotes Kepala Kampung Woner, Bonefasius. Warga tidak puas dengan pemanfaatan dana desa selama tiga tahun terakhir, karena tidak sesuai usulan. Pekerjaan fisik tak ada, padahal dana mencapai miliaran rupiah.

“Dari situ, sejumlah anak muda menenggak minuman beralkohol (minol) lokal jenis sopi. Puncaknya, kemarin beberapa di antaranya termasuk korban Izak mengkonsumsi minol dan membuat keributan,” ujarnya.

Aksi tersebut lanjut Moses, disikapi cepat beberapa anggota TNI Yalet. Mereka kemudian membawa Izak ke Pos Yalet. Setiba di sana, diduga korban dipukul, kemudian diserahkan ke Polsek Kimaam.

“Sampai di Polsek, polisi langsung mengamankan Izak ke sel tahanan, karena masih mabuk, tanpa mengetahui dia telah dianiaya. Rupanya malamnya meninggal dunia dalam sel. Saya ditelepon masyarakat Kimaam semalam sekira pukul 20.30 WIT, kalau korban meninggal dunia dalam sel,” katanya.

Katanya, korban telah diambil pihak keluarga dan belum dimakamkan. Keluarga menuntut dilakukan visum dan mendesak oknum anggota TNI diproses hukum, lantaran diduga melakukan penganiayaan.

Kapolres Merauke, AKBP Bahara Marpaung belum memberikan keterangan resmi. Namun pihaknya telah mengirim tim Polres untuk melakukan penyelidikan, mengungkap motif dan kronologis kasus ini.

“Saya belum bisa bicara, tetapi hari ini, tim dari Polres Merauke diberangkatkan ke Kimaam. Nanti hasilnya seperti apa, baru akan saya berikan keterangan pers kepada rekan wartawan,” katanya.

Katanya, ia baru mendapat laporan kasus ini, Senin (20/11) usai apel sekira pukul 08.00 WIT. (LKF/Arjuna)

Advertisement