Ketua Gapeksindo Merauke Sayangkan Jika Kontraktor OAP Jual Proyek

Ketua Gapeksindo Merauke Sayangkan Jika Kontraktor OAP Jual Proyek

Ketua DPD Gapeksindo Merauke, Herman Anitoe Basik-Basik

Metro Merauke – Ketua DPD Gabungan Perusahan Konstruksi Nasional (Gapeksindo) Kabupaten Merauke, Papua, Herman Anitoe Basik-Basik menyayangkan jika benar ada kontraktor orang asli Papua (OAP) di wilayah itu, menjual proyek kepada pengusaha non-Papua, seperti informasi yang kini beredar.

“Seharusnya pengusaha asli Papua menangani paket pekerjaan sendiri. Karena dengan begitu, mereka belajar mengenal dan mengetahui dunia konstruksi sesungguhnya,” kata Anitoe kepada Metro Merauke di kantornya, Jumat (17/11).

Menurutnya, dengan menangani sendiri pekerjaan yang didapat, dapat diketahui bagaimana kwalitas proyek yang diselesaikan kontraktor OAP. Untuk mereka yang baru menggeluti dunia konstruksi, itu menjadi ajang belajar, menambah pengalaman.

Katanya, dalam setiap pertemuan dengan kontraktor OAP, pihaknya selalu mengingatkan supaya setiap paket yang didapat, dikerjakan sendiri. Tidak diberikan kepada orang lain.

Pihaknya juga sudah mengirim surat kepada Bupati Merauke, Frederikus Gebze mengusulkan supaya mulai 2018 mendatang, penunjukkan langsung paket pekerjaan untuk kontraktor OAP, dinaikkan dari Rp500 juta menjadi Rp1 miliar.

“Apa yang kami usulkan, sesuai Keppres Nomor 54 Tahun 2012 tentang pemberdayaan pengusaha. Keppres itu, sudah diterapkan kepada kontraktor OAP di pegunungan dengan pertimbangan topografi wilayah,” katanya.

“Saya kira daerah gunung tidak beda jauh dengan wilayah selatan Papua. Dimana, topografi wilayah sangat jauh dan transportasi hanya dengan jalur laut maupun udara,” ucapnya lagi.

Dengan menaikkan nilai paket hingga Rp1 miliar lanjut dia, akan membantu pengangkutan material ke daerah pedalaman seperti Kimaam, Waan, Tabonji dan beberapa distrik lain. (LKF/Arjuna)

Advertisement