Isi Daya Baterai, “Smartphone” Tinggal Dijemur

Isi Daya Baterai, “Smartphone” Tinggal Dijemur

Foto: Shutterstock Ilustrasi smartphone

Metro Merauke – Pernah bermimpi mengisi daya ponsel hanya dengan menjemurnya di bawah sinar matahari? Jika iya, berbahagialah. Sebentar lagi, mimpi ini tampaknya bisa jadi kenyataan.

Baru-baru ini sekelompok ilmuwan asal Perancis mengembangkan sebuah panel surya dari plastik konduktif yang dibuat dengan printer inkjet. Panel surya fleksibel yang dikembangkan di bawah bendera Dracula Technologies ini memiliki bentuk fisik yang kecil dan tipis sehingga bisa dilekatkan di mana saja.

Selain sifatnya yang dinamis, kemampuan panel surya hasil cetakan Dracula Tecnologies ini diklaim lebih tinggi dibandingkan dengan yang telah ada. Ia dapat mengonversi tenaga matahari atau cahaya apa pun (termasuk lampu) meski intensitasnya tergolong kecil.

Pihak peneliti bahkan mengatakan bahwa pengguna ponsel dapat menggunakan pelat ini untuk mengisi daya baterainya hanya dengan menempelkan panel yang telah terintegrasi ini di badan smartphone. Selama pelat tersebut terkena cahaya, baterai smartphone dapat terisi secara otomatis.

Sadok Ben Dkhil, salah satu perwakilan ilmuwan Dracula Technologies, menjelaskan panel surya cetak temuannya ini diciptakan dari plastik konduktif. Berbeda dengan plastik pada umumnya yang bersifat isolator, plastik konduktif bisa menangkap rentang panjang gelombang yang lebih luas.

“Materi kami bisa menangkap energi dari cahaya dalam ruangan yang tidak dilakukan silikon,” ujar Ben Dkhil dikutip KompasTekno dari New Scientist, Selasa (14/11).

Ben Dkhil juga menambahkan, untuk membuat sebuah panel surya, mereka perlu mencetak lima lapisan pelat. Lapisan ini terdiri dari dua lapisan luar yang mengandung tinta konduktif, dua lapisan semi konduktor, dan satu lapisan fotoaktif.

Lapisan fotoaktif diletakkan di antara dua lapisan semikonduktor yang tertutup dengan lapisan luar yang mengandung tinta konduktif. Hal ini dilakukan agar cahaya yang ditangkap dapat dimanfaatkan secara efektif meskipun jumlahnya kecil.

Untuk mencetak satu pelat panel berukuran 5 cm, dibutuhkan waktu sekitar satu jam. Menggunakan printer inkjet untuk menciptakan panel surya dapat dikatakan sebagai langkah yang brilian. Selama ini, panel surya diciptakan dari materi berbahan dasar silikon yang masih tergolong mahal.

Dengan adanya teknologi ini, pengembangan energi masa depan yang lebih bersahabat di kantong bisa dikembangkan dan tentunya dimanfaatkan dengan baik. (Rizky Chandra Septania)

Sumber: Kompas

Advertisement