Ini Dugaan Penyebab Terdamparnya 10 Paus di Pantai Aceh

Ini Dugaan Penyebab Terdamparnya 10 Paus di Pantai Aceh

Foto: AFP/CHAIDEER MAHYUDDIN

Metro Merauke – Ada beberapa hal yang menyebabkan 10 paus jenis sperma terdampar di pantai Aceh Besar. Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam LIPI Augy Syahailatua menduga salah satu penyebabnya karena kondisi paus yang sakit.

Augy menjelaskan paus merupakan hewan mamalia yang memiliki sifat sosial. Maka itu, ketika ada paus yang mengalami kesulitan, paus lainnya pasti membantu.

“Menurut analisa saya, bisa beberapa akibat kematian paus sperma ini. Karena ada yang sakit atau usia tua, maka kehilangan orientasi ruaya. Akibatnya terjebak di air laut dangkal, dan tidak dapat keluar, kecuali dibantu,” papar Augy saat dimintai tanggapan detikcom, Selasa (14/11) malam.

“Secara teori paus hidupnya bergerombol, karena mereka mahluk sosial. Jadi, sekiranya ada yang mengalami kesulitan, maka rekan yang lain akan menolong. Akibat dari rasa sosial ini, maka paus yang lain juga ikut terjebak,” imbuhnya.

Penyebab lainnya, sambung Augy, yakni tersesat. Bisa saja, paus yang terdampar di pantai Aceh Besar itu tidak bisa menemukan jalur migrasinya lantaran kondisi laut yang berbeda.

“Mereka terjebak, salah jalur migrasi. Ini sangat jarang terjadi. Namun, mungkin saja. Karena adanya perubahan iklim, sehingga jalur yang biasa mereka lalui tidak seperti biasa kondisi lingkungannya. Barangkali suhu atau salinitas (kadar garam) berubah,” terang dia.

Sementara itu, peneliti LIPI lainnya Dharma Arief Nugroho menyoroti soal gangguan terhadap navigasi paus. Kata dia, navigasi paus memang rentan dengan sonar kapal.

“Kemungkinan juga terganggu pelayaran, sonar kapal, itu mungkin. Tapi itu asumsi saya sendiri. Sonar kapal bisa mengganggu navigasi paus. Karena dia (paus) pakai navigasi di otak, melon,” jelas Dharma saat dimintai tanggapan secara terpisah.

Sebelumnya, 10 ekor paus jenis sperma terdampar di tiga lokasi berbeda di kawasan pantai Aceh Besar pada Senin (13/11). 4 dari 10 paus yang terdampar mati. (zak/fdn)

Sumber: Detik

Advertisement