Harga Tak Wajar, Pemkab Merauke Diminta Awasi Sembako

Harga Tak Wajar, Pemkab Merauke Diminta Awasi Sembako

Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Moses Kaibu

Metro Merauke – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke diminta mengawasi sembilan bahan pokok (sembako) di kampung-kampung, karena harga jual pedagang sudah tak wajar.

“Saya baru pulang reses dari beberapa kampung di Distrik Okaba dan Distrik Kimaam. Ternyata, harga barang di tingkat pedagang sangat mahal,” ujar Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Moses Kaibu, Rabu (15/11).

Ia menncontohkan, harga beras 15 kilogram yang dijual pedagang  hingga Rp250 ribu/karung. Padahal, harganya tidak semahal itu. Bensin dijual Rp25 ribu/botol. Satu lempeng tembakau dijual hinggaRp10 ribu, padahal harga sebenarnya hanyaRp5 ribu.

“Ini kondisi ril di kampung dan dikeluhkan masyarakat, yang umumnya orang asli Papua. Saya berharap dinas terkait merespon dengan cepat,” ujarnya.

Katanya, paling tidak dinas menurunkan tim melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pedagang di kampung, karena harga barang dinaikkan tanpa mempertimbangkan sulitnya warga mencari uang.

“Memang pendapatan masyarakat sekarang boleh dikatakan sangat minim dibanding tahun-tahun sebelumnya. Perputaran uang di kampung tak berjalan baik,” katanya. (LKF/Arjuna)

Advertisement