Tanam Raya Program Cetak Sawah Dimulai di Kampung Nggutibob

Tanam Raya Program Cetak Sawah Dimulai di Kampung Nggutibob

Kepala Pelaksana Program Cetak Sawah, Kol CZI Suardi bersama Direktur Irigasi Pertanian Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI ikut melakukan tanam raya di Kampung Nggutibob, Distrik Tanah Miring

Metro Merauke – Sawah seluas 2000 hektar di Kabupaten Merauke, Papua yang dicetak tahun ini melalui Program Kementerian Pertanian dan pelaksanaannya dilakukan TNI AD siap ditanami padi.

Tanam padi perdana progam cetak sawah di Kabupaten Merauke diawali di Kampung Nggutibob, Distrik Tanah Miring, Selasa (14/11).

Kepala Pelaksana Program Cetak Sawah Merauke 2017, Kol. CZI Suardi mengatakan, sawah yang dicetak dengan luas 2000 hektar itu tersebar di beberapa lokasi yakni Yogin-Kumbe, Satuan Pemukiman (SP) 3, Sarmayam Indah, Agrindo Dalam hingga Jagebob, Distrik Tanah Miring.

Menurutnya, khusus di Kampung Nggutibob terdapat seluas 368 hektar sawah siap ditanami.

“Cetak sawah dilakukan dengan tujuan, mensukseskan swasembada pangan di wilayah Indonesia timur,” katanya.

Katanya, TNI membantu masyarakat membuka lahan hingga siap ditanami. Warga diharapkan terus termotivasi dan giat menanam demi suksesnya program pemerintah menjadikan Merauke sentra lumbung pangan.

Kepala Kampung Nggutibob, Rosidin mengatakan, program cetak sawah sangat membantu masyarakat dalam menunjang peningkatan ekonomi. Sebagain warganya yang merupakan orang asli Papua ikut terpacu menggarap sawah.

“Tentu dengan dilakukan pendampingan bersama PPL dan kelompok tani yang ada,” ujar Rosidin.

Katanya, dengan tambahan luas 368 hektar sawah dari program cetak sawah, kini Kampung Nggutibob memiliki area sawah seluas 1.357 hektar.

“Sesuai karakteristik lahan di Distrik Tanah Miring, termasuk Kampung Nggutibob, potensi sektor pertanian cukup besar. Warga berharap program cetak sawah makin meningkatkan hasil panen petani,” ucapnya.

Tanam padi perdana di Kampung Nggutibob dihadiri Direktur Irigasi Pertanian Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI, Tunggul dan pihak Dinas Pertanian Merauke yang melakukan tanam padi secara simbolis dengan metode tanam batang dan tabur benih langsung. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement