Hilang Dua Hari, Seorang Warga Papua Diduga Diculik Kelompok Bersenjata

Hilang Dua Hari, Seorang Warga Papua Diduga Diculik Kelompok Bersenjata

Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar memeriksa kesiapan pasukan operasi terpadu | Kompas.com/Jhon Roy

Metro Merauke – Seorang pria bernama Martinus Beanal, warga Kampung Urikini, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, dikabarkan sudah dua hari tidak pulang ke rumah. Diduga ia menjadi korban penculikan oleh kelompok kriminal bersenjata ( KKB).

Setelah mendapat laporan dari pihak keluarga Martinus, Polda Papua langsung menyelidiki kebenaran informasi tersebut.

“Polda Papua masih mendalami apakah korban penganiayaan adalah Saudara Martinus Beanal,” ungkap Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Mustofa Kamal, Jumat (10/11).

Kamal mengatakan, Satgas Terpadu Penanggulangan Gangguan KKB masih terus melakukan upaya persuasif untuk membebaskan ratusan warga yang disandera, baik di sekitar Kampung Kimberly, Kampung Utikini, maupun Kampung Banti, tanpa menimbulkan korban jiwa.

“Berdasarkan informasi yang didapat bahwa untuk masyarakat putra daerah dan masyarakat non-Papua yang meminta perlindungan kepada ketua suku, yakni warga masyarakat yang tergabung dari Kampung Longsoran sampai Kampung Banti Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika. Sedangkan untuk bahan sembako sudah mulai menipis,” ujar dia.

Sementara itu, terkait dengan beredarnya video penganiayaan terhadap warga sipil yang dilakukan KKB, Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar menyayangkan tindakan kelompok itu.

Dia menambahkan, diperkirakan KKB memiliki sekitar 30 pucuk senjata api yang merupakan hasil rampasan dari TNI dan Polri.

“Selain itu, kelompok tersebut mempersenjatai diri dengan senjata tradisional, seperti panah. Kami terus melalukan negosiasi dengan KKB agar warga sipil tidak menjadi korban melalui para tokoh yang ada di daerah tersebut,” kata Boy Rafli. (Jhon Roy Purba)

Sumber: Kompas/Kontributor Jayapura

Advertisement