LPA Merauke Ingin Tahanan Anak dan Dewasa Terpisah

LPA Merauke Ingin Tahanan Anak dan Dewasa Terpisah

Ketua LPA Merauke, Hendrikus Mahuze

Metro Merauke – Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Merauke, Papua, Hendrikus Mahuze mengatakan, pihaknya ini ada blok khusus anak dalam Lembaga Pemasyarakat Klas II B (Lapas) Merauke, supaya tahanan anak tidak berbaur bersama tahanan dewasa dalam sel.

LPA khawatir jika tahan anak berbaur dengan tahanan dewasa, akan mempengaruhi psikologis anak. Tahanan anak butuh penanganan dan perhatian tersendiri.

“Secara hukum memang mereka dinyatakan bersalah hingga ditahan. Namun yang diinginkan, seorang anak tidak semakin berperilaku buruk setelah menjalani hukuman, karena mereka satu ruang tahanan dengan orang dewasa,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (10/11).

Katanya, di Merauke belum ada lapas anak. LPA akan berkomunikasi dengan pemerintah daerah, supaya dalam Lapas Merauke dibuat blok khusus anak.

“Jumlah anak yang terjerat hukum di Merauke mengalami peningkatan. Data hingga November 2017, sebanyak 11 anak yang berada di dalam lapas. Untuk meminimalisir ini, butuh peran berbagai komponen, dimulai dari keluarga,” katanya.

Menurutnya, sejak kepengurusan LPA Merauke dikukuhkan lima bulan lalu, tercatat sudah 10 kasus yang dilaporkan warga ke lembaga itu diantaranya kasus asusila, penganiayaan, dan anak difabel.

“LPA terus gencar melakukan sosialisasikan sebagai upaya menekan kasus hukum di kalangan anak, termasuk menangani 10 kasus yang dilaporkan warga ke LPA,” ucapnya. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement