Isu Pemanggilan KPK, Bupati Merauke Belum Dimintai Keterangan

Isu Pemanggilan KPK, Bupati Merauke Belum Dimintai Keterangan

Kapolres Merauke AKBP Bahara Marpaung didampingi Kasat Reskrim, AKP Muchsit Sefian saat memberikan keterangan pers

Metro Merauke – Hingga kini penyidik Polres Merauke belum meminta keterangan Bupati Merauke, Frederikus Gebze yang merasa menjadi korban pencemaran nama baik di media sosial dengan isu pemanggilan dirinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kapolres Merauke, AKBP Bahara Marpaung mengatakan, kuasa hukum Freddy Gebze telah melaporkan dugaan pencemaran nama baik itu, dan kini sedang diproses oleh kepolisian.

“Penyidikan sudah dimulai dari pemeriksaan saksi pelapor yang mendapat kuasa, sedangkan saksi korban belum kami mintai keterangan karena masih sibuk,” kata AKBP Bahara Marpaung kepada wartawan, Kamis (9/11).

Katanya, polisi butuh keterangan saksi korban, namun pihaknya memaklumi kesibukan yang bersangkutan sebagai kepala daerah dalam tugas pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan saksi korban akan dimintai keterangan di luar kantor kepolisian, karena kesibukannya.

“Pemeriksaan saksi korban dapat dilakukan di kantor polisi, juga di tempat saksi korban. Tapi sejauh ini, belum ada permintaan dari saksi korban untuk memberikan keterangan di luar kantor polisi,” ujarnya.

Ia mengatakan, meminta keterangan saksi korban di luar kantor polisi, sama halnya ketika meminta keterangan seorang saksi di rumah sakit, karena yang bersangkutan sedang sakit.

AKBP Bahara Marpaung menyatakan, pihaknya akan transparan dan profesional dalam penanganan kasus ini, sesuai mekanisme dan tahapan penyidikan. Namun untuk mengungkap kebenaran kasus ini, polisi perlu mengumpulkan bukti permulaan yang cukup dan memenuhi dua alat bukti.

“Setelah keterangan para saksi dikumpulkan, kemudian meminta keterangan para ahli, barulah dilanjutkan memanggil terlapor. Kalau kami dapat memenuhi dua bukti awal, kami tidak perlu ragu melakukan pemeriksaan terhadap tersangka,” ucapnya.

Bupati Freddy melalui kuasa hukumnya, Muhammad Ilyas membuat laporan polisi, Sabtu (4/11), terkait pencemaran nama baik lewat media sosial dengan terlapor pemilik akun facebook berinisial HT.

Kata Bahara Marpaung, pasal yang disangkakan mengarah pada pasal pencemaran nama baik melalui akun facebook sebagaimana dalam Pasal 45 ayat 3 jo Pasal 27 ayat 3 UU No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2007 tentang ITE. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement