Fakultas Kedokteran UNIPA Dibuka Kembali

Fakultas Kedokteran UNIPA Dibuka Kembali

Foto: UNIPA

Metro Merauke – Setelah terhenti beroperasi selama satu tahun, akhirnya perkuliahan di Fakultas Kedokteran Universitas Papua (FK UNIPA) dapat dibuka dan berlangsung kembali.

Perkuliahan telah dimulai sejak Senin (6/11) dan dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur yang mewakili Gubernur Papua Barat pada Rabu, 8 November 2017.

Pada kesempatan tersebut, pihak UNIPA yang diwakili oleh Wakil Rektor IV dan pihak UI diwakili oleh Wakil Dekan II FK UI. Kuliah perdana tersebut dihadiri pula oleh 101 mahasiswa FK UNIPA dan dosen-dosen FK UNIPA dan FK UI.

Rektor UNIPA yang diwakili oleh Wakil Rektor IV menyampaikan ucapan terimakasih atas bantuan hibah yang diberikan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Papua Barat serta para Bupati/Walikota sehingga pemasalahan di FK UNIPA dapat diatasi dan perkuliahan dapat berjalan kembali.

“Saat ini dana yang telah diterima UNIPA sedang dalam proses registrasi di Kantor Wilayah (Kanwil) dan ada beberapa tahapan administrasi yang harus dilalui sebelum ditransfer ke UI,” ujar Wakil Rektor IV sebagaimana keterangan pers yang diterima MINA, Kamis (9/11).

Wakil Dekan II Universitas Indonesia yang mewakili pihak UI juga menyampaikan rasa syukurnya setelah melewati masa-masa sulit, perkuliahan dapat berjalan kembali. Walaupun berat dan banyak hambatan, pihak UI akan kembali mengampu perkuliahan di FK UNIPA. Semoga perkuliahan selanjutnya dapat berjalan lancar.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menyatakan komitmennya bahwa permasalah yang menimpa FK UNIPA saat ini tidak akan terulang lagi. Pemda Papua Barat bersama dengan seluruh Bupati/Walikota telah berkomitmen untuk memberikan bantuan dana demi berlangsungnya perkuliahan di FK UNIPA.

Namun demikian, Wakil Gubernur Papua Barat berpesan agar dana hibah yang telah diberikan dapat dikelola dan disampaikan laporan pertanggungjawabannya secara baik, sehingga bila Tahun 2018 akan mendapat bantuan kembali tidak mendapatkan komplain dari masyarakat. Wagub juga mengharapkan adanya alokasi anggaran secara khusus dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

“Bantuan kepada FK UNIPA ini bukan bermaksud untuk menganakemaskan mahasiswa FK UNIPA, tetapi dalam rangka menunjang cita-cita putra putri Papua Barat menjadi dokter agar tidak kandas di tengah jalan. Pemda Papua Barat telah berkomitmen untuk mengalokasikan 20% APBD untuk pendidikan. Komitmen pemerintah ini jangan sampai terganggu di tengah jalan,” tutup Wagub. (R/R09/RS3)

Sumber: Mirajnews

Advertisement