Sudah Jarang Pohon Kelapa “Berbuah Jerigen” di Merauke

Sudah Jarang Pohon Kelapa “Berbuah Jerigen” di Merauke

Pohon kelapa yang biasa disadap untuk membuat minol lokal di Merauke

Metro Merauke – Kabag Ops Polres Merauke, Komisaris Polisi (Kompol) Marthen Koagouw mengatakan, operasi yang dilakukan kepolisian pada beberapa titik belekangan ini, tidak ada lagi ditemukan pohon kelapa “berbuah” jerigan.

Ia mengatakan, biasanya ada jerigen digantung di pohon kelapa oleh masyarakat, untuk menampung sagero (air sadapan tandan kelapa) yang merupakan bahan baku minuman beralkohol (minol) lokal.

“Memang kalau dilihat di sejumlah tempat yang pohon kelapanya banyak, pasti digantung jerigen. Namun, belakangan mengalami pengurangan,” katanya kepada Metro Merauke, Rabu (8/11).

Menurutnya, beberapa warga yang biasa memproduksi minol lokal, tidak lagi menggunakan hasil sadapan tandan kelapa, namun beralih menggunakan mangga yang masak pohon, sebagai bahan dasar produksinya.

“Itu kami temukan setelah melakukan penggerebekan beberapa tempat yang dijadikan lokasi produksi minol lokal,” ucapnya.

Katanya, kini sedang musim mangga, sehingga orang tidak kesulitan mendapatkannya untuk diolah menjadi minol lokal. “Saya tidak tahu bahan-bahan yang digunakan untuk membuat minol lokal selain mangga,” ujarnya.

Dikatakan, beberapa warga yang ditangkap karena memproduksi minol lokal menyebut, bahan utama yang digunakan adalah mangga yang sudah sangat matang.

“Beberapa lokasi yang dijadikan tempat produksi minol lokal telah berhasil digerebek. Hanya saja, masih ada yang memproduksi di tempat tersembunyi dan menjualnya kepada orang lain setelah menjadi minol lokal jenis sopi,” katanya. (LKF/Arjuna)

Advertisement