Pabrik Petatas di Sota Mangkrak Akibat Salah Perencanaan

Pabrik Petatas di Sota Mangkrak Akibat Salah Perencanaan

Legislator Papua dari daerah pemilihan Merauke, Mappi, Asmat, dan Boven Digoel, Radius Simbolon

Metro Merauke – Legislator Papua dari daerah pemilihan Merauke, Mappi, Asmat, dan Boven Digoel, Radius Simbolon mengatakan, mangkraknya pembangunan pabrik petatas (ubi jalar) di Distrik Sota, Kabupaten Merauke akibat salah perencanaan.

Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu mengatakan, ketika akan mendirikan industri di satu daerah, seharusnya terlebih dahulu dilakukan studi kelayakan dan menganalisa potensi di wilayah itu, dan kebutuhan bahan baku harusnya dipikirkan sejak awal.

“Apalagi untuk jangka panjang dengan menggunakan anggaran daerah yang tidak sedikit. Apakah ini ada studi kelayakannya tidak? Kalau tidak ada, ini abal-abal namanya,” kata Radius kepada Jubi, Selasa (7/11/2017).

Menurut anggota Komisi III DPR Papua, komisi yang membidangi anggaran dan asset daerah itu, potensi di Merauke adalah padi, bukan petatas.Wajar jika kini pabrik petatas di Distrik Sota tidak beroperasi akibat sulitnya bahan baku.

“Inikan soal bahan baku. Kalau pabrik berdiri dan terkendala bahan baku, kan ini mubazir. Buang-buang anggaran. Pemborosan anggaran yang tidak tepat sasaran,” ujarnya.

Katanya, beginilah akibatnya jika perenacaan awal tidak maksimal. Akan lebih tepat kalau di Merauke dibangun pabrik padi. “Inikan sama saja kalau membangun pabrik padi di wilayah pegunungan yang potensinya adalah perkebunan, semisal petatas,” katanya.

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Merauke, Papua, Beny Latumahina mengatakan, beberapa tahun silam, pemerintah berencana mengola ubi jalar di Merauke menjadi tepung. Bangunan dan tempat mesin telah disediakan. Namun dibatalkan dan disepakati mengembangkan singkong.

“Daripada bangunan yang menghabiskan anggaran Rp19 miliar mubazir, lebih baik dimanfaatkan untuk pabrik tepung tapioka. Manfaatnya akan sangat besar terhadap peningkatan ekonomi masyarakat mendatang,” kata Benny dalam rapat bersama SKPD Merauke ketika itu. (Sumber: tabloidjubi.com)

Penulis: Arjuna Pademme

Advertisement