Kendaraan Jarang Dipakai, Ini Jurus agar Aki Tidak Cepat Rusak

Kendaraan Jarang Dipakai, Ini Jurus agar Aki Tidak Cepat Rusak

Salah pasang kutub aki bisa berdampak negatif | Foto: Herdi/Liputan6.com

Metro Merauke – Saat ini, banyak pemilik kendaraan yang memiliki dua motor atau mobil. Biasanya, satu motor atau mobil untuk harian, dan satu untuk hobi atau digunakan saat akhir pekan.

Dengan pemakaian kendaraan tersebut, biasanya aki justru tidak lebih awet, dan membuat aki tekor, rusak, atau soak. Pasalnya, tidak ada siklus pengisian ulang yang biasanya terjadi ketika mesin hidup atau digunakan berjalan.

Dijelaskan Sahrudin, Technical Advisor – Quality Assurance PT Astra Otoparts Tbk (GS Astra), memang, ketika kendaraan tidak digunakan bisa bikin rusak aki. Namun, ketika di mobil, jangka waktunya lebih cepat, sedangkan di motor lebih lama.

“Harus tetap maintain, satu pekan digunakan jalan, motor juga sama. Tapi biasanya, motor lebih lama, bisa sepekan lebih,” jelas Sahrudin saat ditemui Liputan6.com di Kelapa Gading, beberapa waktu lalu.

Lanjut Sahrudin, untuk pengisian ulang aki lebih baik kendaraan dijalankan. Pasalnya, untuk siklus pengisian membutuhkan rpm yang cukup tinggi, sekitar 2.000 rpm, dan tidak cukup hanya dengan idle atau mesin konstan.

“Untuk recovery butuh waktu lima menit, itu belum pengisian. Jadi, butuh waktu yang lama, dan kalau di garasi polusi, dan lebih baik dibawa jalan, muter ke mana,” pungkasnya.

Rawat Aki Musim Hujan
Memasuki musim hujan, kendaraan yang setiap hari digunakan, seperti mobil atau motor, perlu perawatan yang lebih ekstra. Hal tersebut agar mobil atau motor kesayangan tidak mengalami masalah, dan tetap bisa digunakan untuk beraktivitas.

Nah, salah satu komponen di mobil atau motor yang perlu perawatan ialah aki. Meskipun tidak terlalu ribet, aki sebagai penyuplai arus listrik ke sistem kelistrikan di mobil atau motor memang perlu diperhatikan ketika musim hujan.

“Sebenarnya normal saja, paling penting air aki tidak kurang, karena bisa memengaruhi umur aki dan ketika starter mobil dan motor jadi susah,” jelas Sahrudin, Technical Advisor – Quality Assurance PT Astra Otoparts Tbk (GS Astra) saat ditemui di Kelapa Gading, Jakarta Utara, belum lama ini.

Selain air aki, hal yang perlu dirawat adalah kebersihan terminal baterai, dan harus dibersihkan secara rutin. “Harus dibersihkan rutin, karena jika sudah korosi, maka akan susah di-charging dan starter,” tambahnya.

Sementara itu, terkait dengan aki free maintenance, pria ramah ini menjelaskan, memang secara teori aki jenis tersebut sudah tidak perlu perawatan lagi, tapi untuk aki milik GS Astra ada yang kelihatan airnya, dengan tujuan agar bisa diisi kembali.

“Dengan penambahan air aki, bisa mendapatkan umur aki yang seharusnya. Tapi, bukan berarti kita harus mengecek secara rutin, tapi bisa diperkirakan jika air aki turun,” pungkasnya. (Arief Aszhari)

Sumber: Liputan6

Advertisement