Program Unggulan RPJMD Tolikara Ditargetkan Dilaksanakan 2018

Program Unggulan RPJMD Tolikara Ditargetkan Dilaksanakan 2018

Bupati Tolikara, Papua, Usman G Wanimbo (tengah) dan Kepala Bappeda Tolikara, Samuel Kogoya (kanan)

 

Metro Merauke – Bupati Tolikara, Papua, Usman G Wanimbo mengatakan, pihaknya manargetkan program unggulan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dapat dilaksanakan 2018 mendatang.

Usman Wanimbo mengatakan, untuk mencapai visi misi ia dan wakilnya, sekda telah diperintahkan untuk mulai menyusun RPJMD. Tapi sebelumnya RPJMD 2012-2017 harus dievaluasi terlebih dahulu, untuk mengetahui keberhasilan dan kelemahannya.

“Dengan begitu akan diketahui mana program yang dilanjutkan, mana yang dihentikan. Ini akan menjadi acuan menyusun RPJMD berikutnya,” kata Usman di Kota Jayapura, Jumat (3/11).

Ia berharap, dalam penyusunan RPJMD 2017-2022 melibatkan instansi dan pihak terkait. Misalnya kepala Bappeda Tolikara dan semua OPD di Tolikara, Bappeda Provinsi Papua, Bappenas, akademisi, stakeholder terkait dan penyusun RPJMD sebelumnya.

“Ini agar program kabupaten sinkron dengan program pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Jangan sampai visi misi pemerintah pusat dan provinsi tidak sinkron. Kalau mulai dari pusat, provinsi dan kebupaten sinkron, harapan tercapainya program dapat terlaksana,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya akan berupaya supaya penyusunan RPJMD Tolikara 2018-2022 dapat rampung dalam tiga bulan, meski ada waktu selama enam bulan untuk itu.

“Meski waktunya enam bulan, kami ingin lebih cepat. Kami kejar bagaimana RPJMD ini selesai dalam tiga bulan, sehingga masuk 2018, hasil RPJMD ini sudah masuk program. Mungkin secara rapi nanti 2019, tapi yang menjadi fokus sudah bisa masuk 2018,” katanya.

Kepala Bappeda Tolikara, Samuel Kogoya mengatakan, setelah pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Tolikara, Usman G Wanimbo-Dinus Wanimbo,16 Oktober 2017, pihaknya langsung diperintahkan mempersiapkan penyusunan RPJMD sesuai visi misi bupati dan wakilnya.

“Kami sudah mempersiapkan tim penyusun dari akademisi, praktisi, tim ahli serta pimpinan SKPD dan pejabat kabupaten yang berkaitan dengan penyusunan RPJMD,” kata Samuel Kogoya.

Menurutnya, langkah awal pembentukan tim dan berkoordinasi dengan bupati serta dibantu beberapa staf ahli dari Bappenas,UGM, praktisi dan sebagian pimpian OPD di daerah.

“Kami harapakan ini bisa terselesaikan tepat waktu. Setelah draf awal terbentuk kami akan koordinasikan dengan Bappeda Provinsi Papua dan akan dikembaliikan untuk diberikan kepada DPRD guna dipelajari selama 10 hari,” ujarnya.

Katanya, kalau dalam 10 hari tidak ada koreksi dan disetujui DPRD, RPJMD itu akan ditetapkan. “Kami harap penetapan tepat waktu, sehingga program kerja sesuai RPJMD bisa dimulai 2018. Dengan begitu program kerja 2018 mendatang sudah mengacu pada visi misi bupati dan wakil bupati,” ucapnya. (Arjuna Pademme)

 

 

Advertisement