Masyarakat Diberikan Nasi Basi di Festival Budaya Wendu?

Masyarakat Diberikan Nasi Basi di Festival Budaya Wendu?

Masyarakat Wendu yang memberikan keterangan

Metro Merauke – Salah satu warga Wendu, Kampung Waninggap, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua, Godefridus Gebze mengaku kecewa dengan pelaksanaan festival budaya kamp (tiang) untuk menggantung sagu, pisang, ubi serta hasil alam lain di kampungnya.

Ia mengatakan, dalam even yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga Merauke selama dua hari terkhir itu, warga diberikan nasi bungkus yang tidak layak konsumsi, karena sudah basi.

“Kami mendapat makan pagi dan siang. Kalau pagi, nasi bungkus diberikan, masih baik. Namun ketika nasi bungkus siang,  sudah basi. Terpaksa dibuang dan menjadi santapan anjing,” kata Godefridus Gebze kepada Metro Merauke di Wendu, Rabu (1/11).

Menurutnya, ada ribuan nasi bungkus dengan lauk ikan dan daging yang dibagikan. Umumnya, nasi bungkus dibawa langsung dari kota menggunakan mobil.

“Begitu sampai, dibagikan oleh panitia. Hanya sayang, tak dapat dikonsumsi,” ujarnya.

Katanya, ini bukan mengada-ada, karena ia sendiri membuka dan mencium aroma nasi bungkus itu, tak layak dikonsumsi. “Kami juga kecewa karena festival yang dilaksanakan terkesan mendadak. Tanpa ada pertemuan terlebih dahulu bersama warga,” katanya.

Warga lainnya, Damang membenarkan apa yang dikatakan Godefridus Gebze. Menurutnya, nasi bungkus yang diberikan sudah basi dan tak dapat dimakan.

“Ada yang hanya ambil ikan dan dagingnya saja. Sedangkan nasinya, dibuang dan menjadi santapan anjing,” ucapnya. (LKF/Arjuna)

Advertisement