Jeblok di Musim MotoGP 2017, Rossi Salahkan Ban

Jeblok di Musim MotoGP 2017, Rossi Salahkan Ban

Foto: Istimewa

Metro Merauke – Pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, menilai kegagalan dirinya pada musim MotoGP 2017 disebabkan oleh banyaknya permasalahan pada motor Yamaha YZR-M1 miliknya, salah satu faktor utamanya yakni persoalan ban.

“The Doctor” bahkan menyebut faktor ban tersebut telah membuat MotoGP 2017 bak neraka baginya. Jika dibandingkan dengan tiga musim MotoGP sebelumnya, rapor Rossi pada musim ini memang terbilang paling buruk. Seperti diketahui, Rossi mampu mengakhiri balapan musim 2014, 2015, dan 2016, dengan predikat runner-up.

Tahun ini, Rossi tidak bisa mencapai status tersebut. Padahal, pebalap berusia 37 tahun ini mengawali musim dengan rapor bagus. Ia menjadi satu-satunya pembalap yang mampu merebut podium dalam tiga balapan awal.

Sayang, masalah demi masalah mulai menyerang sejak MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez. Meski sempat menjadi juara MotoGP Belanda di Sirkuit Assen, Rossi dan krunya masih belum bisa memaksimalkan performa YZR-M1 2017. Rossi hingga balapan MotoGP tinggal menyisakan satu seri lagi masih berkutat di posisi keempat klasemen pembalap dengan 197 poin, di bawah rekan setimnya, Maverick Vinales yang mengoleksi 226 poin.

“Potensinya tidak buruk, tapi motor tidak bekerja dengan baik karena faktor ban. Sejak awal tahun kami memiliki masalah besar. Kami hanya punya motor ini dari Silverstone. Artinya, kami sangat tertinggal dari yang lain,” kata Rossi, dikutip Tuttomotoriweb, kemarin.

“Ini musim yang sangat sulit. Dalam satu pekan, Anda bisa melaju cepat, dalam waktu lain, Anda tak bisa apa-apa,” ujar pembalap asal Italia itu menambahkan.

Dalam 13 balapan terakhir, hanya tiga podium yang mampu direbut Rossi. Kondisi diperparah dengan petaka yang sempat membuat Rossi absen pada MotoGP San Marino akibat cedera.

Sementara itu, kendati Marc Marquez belum bisa mengunci titel juara dunia di MotoGP Malaysia, namun posisi empat yang diraihnya telah mengantar Honda meraih juara dunia konstruktor.

Selepas MotoGP Malaysia, poin konstruktor Honda berjumlah 332 poin, unggul 29 poin dari Ducati di urutan kedua. Dengan hanya ada satu balapan tersisa, jumlah poin itu sudah tidak akan bisa dikejar oleh rivalnya. Ini merupakan kali kedua beruntun Honda menjadi juara dunia konstruktor. Sukses itu banyak terbantu oleh performa gemilang Marquez musim ini.

Pembalap asal Spanyol itu memberi enam kemenangan di musim 2017 ini. Sementara Dani Pedrosa memberi satu kemenangan di Jerez. Poin lain Honda didapat dari Carl Crutchlow saat dia menjadi penunggang Honda dengan posisi finis paling bagus di Silverstone.

Sejak memenangi titel kelas primer pertamanya di 1966, Honda telah meraih 23 gelar juara dunia konstruktor. (Rtr/frn/S-2)

Sumber: Kakarta.com

Advertisement