4 Langkah Agar Tidak Malas Berlari

4 Langkah Agar Tidak Malas Berlari

Ilustrasi lari di jalan aspal | Foto: lzf

Metro Merauke – Punya ambisi besar ikut lari marathon—dan tak ada pengalaman berlari? Bisa mulai dengan tips ini dari pelatih Christy Vachal, yang mengajar di kelas studio indoor Mile High Run Club.

1. Walk away
“Coba metode berlari/berjalan,” kata Vachal. “Berlari semenit, kemudian berjalan semenit.” Setelah terbiasa dan nyaman, bisa ditambah, lari selama dua menit dan berjalan selama semenit, dan kemudian 3, 4, 5 menit dengan interval berjalan selama semenit. Tak lama, Anda akan bisa berlari untuk waktu yang lama. “Ini tentang membangun (stamina) secara bertahap,” katanya. “Anda membangun kepercayaan diri dan kekuatan.”

2. Run out the clock
“Fokus pada waktu, bukan jarak atau kecepatan,” kata Vachal. “Berlari dengan jarak panjang bisa mengintimidasi bagi pelari pemula—dengan tidak fokus pada kecepatan dan jarak, Anda mampu untuk fokus memperbaiki kondisi dan mudah menikmati berlari.”

Dia menyarankan untuk menetapkan tujuan agar berlari selama 30 menit—yang juga mencakup berjalan, jika diperlukan. Lalu bila sudah terbiasa, bisa menambah waktu sesuai yang diinginkan.

3. Bend and stretch
Cross-training atau menyisipkan latihan olahraga lain di antara lari bukan hanya untuk para pelari marathon. “Bahkan jika Anda baru, melengkapi (dengan cross training) membantu memulihkan serta memperkuat otot yang Anda gunakan,” katanya.

Latihan ketahanan dapat membangun otot berlari—paha depan, betis dan bokong—tanpa membebani lutut Anda, sedangkan mengangkat beban bisa membantu mencegah cedera, lalu yoga dan pilates berguna untuk meregangkan anggota tubuh yang tegang. Dan jangan lupa untuk beristirahat.

Vachal menyarankan agar dalam sepekan berlari tiga kali, dua kali cross training, dan dua kali istirahat. “Jika Anda tidak pulih dengan benar, tubuh Anda akan terus tertekan dan akan mulai menyimpan lemak,” katanya.

4. Stay positive
“Berlari adalah olahraga mental,” kata Vachal. “Moto saya adalah: latih pikiran, dan kaki Anda akan mengikuti.” Jika pikiran mulai negatif, fokuslah pada target waktu dan kemudian visualisasikan perasaan yang menyenangkan bila target tersebut tercapai.

Atau, ulangi sebuah kata-kata di pikiran Anda sebagai mantra—Vachal suka mengucapkan “Saya bisa melakukan ini” ketika keadaan sulit, sementara seorang temannya mendedikasikan setiap mil dia berlari untuk orang berbeda di hidupnya. (Kahfi Dirga Cahya)

Sumber: Kompas

Advertisement