Gambir Menjadi Sumber Pendapatan Masyarakat Distrik Edera

Gambir Menjadi Sumber Pendapatan Masyarakat Distrik Edera

Masyarakat di salah satu kampung di Distrik Edera sedang menurunkan gambir dari atas ketinting

Metro Merauke – Salah satu potensi sumber pendapatan masyarakat enam kampung di Distrik Edera, Kabupaten Mappi, Papua adalah gambir.

Meski warga harus mencari gambir hingga ke tengah hutan, yang jauh dari perkampungan, namun proses pengolahannya tidak sulit.

Salah seorang warga Kampung Bade, Distrik Edera, Hendrikus Pesimu kepada kepada Metro Merauke, Kamis (26/10) mengatakan, beberapa tahun silam masyarakat cenderung menyadap getah pohon karet untuk dijual, karena harganya ketika itu mencapai Rp20 ribu perkilogram.

Namun menurutnya, anjloknya harga getah karet senilai Rp5.000 perkilogram dalam dua tahun terakhir, membuat masyarakat beralih pekerjaan dengan menebang pohon gambir untuk diambil kulitnya.

“Memang proses pengolahan gambir tak terlalu rumit. Hanya saja, masyarakat harus keluar masuk hutan mencari, menebang dan memikul batangnya ke kampung, untuk dikupas dan diambil kulitnya, kemudian dicincang dan dijemur,” katanya.

Kulit pohon gambir kata dia, dijemur sepekan supaya kering, kemudian dikemas dalam karung dan dijual ke pengepul. “Hampir setiap hari, masyarakat dari kampung-kampung datang ke Bade menjual gambir. Umumnya mereka membawa antara 2-3 karung dengan berat sekira 500 kilogram lebih,” ucapnya.

Katanya, menjual gambir dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari warga, dan membantu biayai anak-anak mereka yang masih sekolah.

Warga berharap, Pemkab Mappi dapat menaikkan harga jual, sehingga mereka termotivasi mengolah dan menjual gambir. (LKF/Arjuna)

Advertisement