Di Boven Digoel, Biaya Angkut Lebih Mahal dari Harga Batu Merah

Di Boven Digoel, Biaya Angkut Lebih Mahal dari Harga Batu Merah

Tumpukan batu merah dalam karung yang siap diangkut dengan kapal menuju Kampung Wagai, Distrik Subur, Kabupaten Boven Digoel

Metro Merauke – Biaya angkut batu merah dari Asiki, Kabupaten Boven Digoel, Papua ke Kampung Wagai, Distrik Sabur, Boven Digoel, lebih mahal dari harga material bangunan itu .

Kaur Pemerintahan Kampung Wagai, Petrus Posan mengatakan, di Asiki harga sebiji batu merah senilai Rp1.200. Namun biaya angkut ke Kampung Wagai senilai Rp15 juta.

Katanya, ia bersama belasan masyarakat belum lama ini membeli enam ribu biji batu merah untuk membangun rumah dan balai kampung. Harganya berkisar kurang lebih Rp7,2 juta.

Namun biaya sewa kapal untuk mengangkut batu merah senilai Rp15 juta, dengan jarak tempuh selama kurang lebih lima jam melintasi Kali Digoel.

“Meski harganya mahal, namun karena tuntutan untuk pembangunan di kampung, masyarakat tetap membeli hingga ribuan lempeng,” katanya kepada Metro Merauke, Kamis (26/10).

Menurutnya, tahun lalu biaya sewa kapal masih Rp10 juta sekali  jalan. Tahun ini naik hingga Rp 15 juta. Namun mau tidak mau, pihaknya harus menyewa kapal, supaya material batu merah bisa cepat tiba di kampung

“Batu merah itu akan dimanfaatkan untuk pembangunan enam unit rumah warga, juga penyelesaian balai kampung. Anggarannya sudah dialokasikan dari dana desa,” ujarnya.

Tahun ini kata dia, pihaknya mendapat alokasi dana desa berkisar Rp1 miliar, dan dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan pembangunan di kampung, dengan melibatkan masyarakat.  (LKF/Arjuna)

Advertisement