Langgar Aturan, Pembangunan Pot Bunga Rp400 Juta Harus Dihentikan
Cakrawala

Langgar Aturan, Pembangunan Pot Bunga Rp400 Juta Harus Dihentikan

Pot bunga yang dibuat di Jalan Garuda Spadem, Kota Merauke, Papua

Metro Merauke – Tim Inspektorat Kabupaten Merauke, Papua menyatakan pembuatan pot bunga di Jalan Garuda Spadem, Kota Merauke dengan target 160 pot dan anggaran senilai Rp400 juta harus dihentikan, karena menyalahi aturan.

Kepala Inspektorat Merauke, Irianto Sabar Gattang kepada wartawan mengatakan, rekomendasi penghentian pengerjaan pembangunan pot bunga itu dikeluarkan pihaknya berdasarkan hasil analisis tim khusus inspektorat yang telah melakukan kajian.

“Inspektorat sudah turun lapangan melakukan kajian. Ternyata ada pelanggaran dalam pembangunannya sehingga harus distop,” ucap Irianto di ruang kerjanya, Kamis (19/10).

Menurutnya, tim inspektorat menemukan pekerjaan pot bunga itu bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 pasal 12 dan pasal 64 tentang jalan. Dalam pasal 12 ayat 1 disebutan, setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang manfaat jalan, dan ayat 2, setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan dalam ruang milik jalan.

“Di dalam pasal 64 sangat jelas, setiap orang yang karena kelalainya mengakiabtkan terganggunya fungsi jalan dalam ruang manfaat jalan, dengan ancaman pidana kurungan tiga bulan dan denda Rp300 juta,” ujarnya,

Katanya, sejak awal ada kelalaian terkait pembangunan pot bungan itu. Seharusnya sebelum proyek dikerjakan, aturannya perlu dilihat terlebih dulu, sekalipun anggarannya sudah ada. Jangan sampai bertentangan dengan aturan.

“Rekomendasi sudah kami sampaikan ke dinas perumahan rakyat. Kesimpulannya, pembangunan pot bunga di Sapdem tidak sesuai aturan, karena lokasinya di area milik jalan untuk ruang manfaat jalan, pelebaran jalan dan penambahan jalur lalu lintas pada masa mendatang, serta kebutuhan ruang pengamanan jalan,” katanya.

Ia berharap, belum ada anggaran yang dikeluarkan untuk pengerjaan proyek pot bunga itu, sehingga tak ada kerugian negara. “Inspektorat sudah mengeluarkan rekomendasi pembatalan, bila instansi tetap membayarkan, itu kesalahan,” ucapnya. (Nuryani/Arjuna)

Post Comment