Papua Jadi Fokus Perhatian Pemerintah di Pilkada 2018

Papua Jadi Fokus Perhatian Pemerintah di Pilkada 2018

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto | Foto: Viva/Fikri Halim

Metro Merauke – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) gelombang tiga akan digelar pada Juni 2018 dan diselenggarakan di 171 daerah. Salah satu daerah yang menjadi perhatian pemerintah adalah Papua lantaran rawan konflik.

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengatakan, pemerintah sudah memetakan daerah yang rawan dalam pelaksanaan Pilkada 2018 dan Pemilihan Umum 2019. “Sudah saat ini memang kita fokus di Papua,” kata Wiranto di Auditorium Gedung Badan Pengembangan SDM Kemendagri, Kalibata, Jakarta selatan, Rabu 18 Oktober 2017.

Wiranto menyebut, fokus tersebut karena pengalaman pilkada baik di kabupaten maupun kota di Papua sebelumnya memang sempat memanas dan terjadi kericuhan. “Tapi karena kita sudah mewaspadai sudah ada langkah-langkah menetralisir,” ujar Wiranto.

Sementara itu, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Letjen TNI Hinsa Siburian mengatakan, secara umum pihaknya selalu mengamankan setiap agenda pemerintah termasuk pilkada. “Fungsi TNI itu penangkal, penindak dan pemulih. Kami berharap lebih efisien dan lebih murah kalau kita melaksanakan penangkalan pencegahan,” katanya.

Untuk melakukan upaya tersebut, TNI sudah melakukan pembinaan teritorial. “Sesuai dengan konstitusi peran fungsi dan tugas pokok tiga hal itu. Tidak bisa dipisah-pisahkan,” ujarnya.

Dari daftar 171 daerah, ada tujuh kabupaten di Papua yang akan menggelar pemilihan bupati dan wakil bupati di Pilkada serentak 2018 yaitu kabupaten Mimika, Biak Numfor, kabupaten Puncak, Mamberamo Tengah, Paniai, Jayawijaya dan Deiyai. Kemudian, Papua juga akan menggelar pemilihan gubernur dan wakil gubernur. (mus)

Sumber: Viva

Advertisement