Pemerintah Diingatkan Tidak Seperti Yudas

Pemerintah Diingatkan Tidak Seperti Yudas

Anggota Komisi V DPR Papua yang membidangi keagamaan, Natan Pahabol

Metro Merauke – Anggota Komisi V DPR Papua yang membidangi keagamaan, Natan Pahabol mengkritik Pemprov Papua yang melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) akan membangun patung Yesus di Kayu Batu, Kota Jayapura, lantaran menilai sama saja menjadikan Yesus sebagai proyek atau menjual Yesus.

Ia mengatakan, cukup Yudas Iskariot yang menjual Yesus dengan 30 keping perak, pemerintah jangan seperti Yudas. Orang percaya karena iman, bukan karena patung.

“Ketika patung jadi, orang yang akan masuk ke lokasi harus beli karcis. Ini sama saja jual Yesus,” kata Natan seperti dikutip dari tabloidjubi.com

Menurutnya, salah satu dari 10 hukum taurat dalam Alkitab perjanjian lama umat Kristen berbunyi, jangan membuat patung menyerupai apa pun, dan jangan sujud menyembah kepadanya.

“Kalau mau bikin, mungkin lebih baik salib, karna itu masuk akal. Salib memiliki dua makna, hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan sesama. Salib kan tidak ada muka, kalau patung Yesus kan berbentuk wajah,” ujarnya.

Katanya, akan lebih baik jika anggaran kurang lebih Rp500 miliar untuk pembangunan patung Yesus, dialihkan guna memperbaiki pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan perekonomian di Papua yang kini tidak maksimal. Tuhan tidak ada di dalam patung, tuhan itu ada di hati kita. Dikatakan, seharusnya pihak yang memberikan masukan dan saran kepada Pemprov Papua, bukan yang memiliki orientasinya lain, tapi benar-benar punya hati.

“Jangan yang datang memberikan masukan pihak yang tidak jelas. Hanya karena uang. Cobalah sinode-sinode yang ada di tanah Papua ini memberikan masukan, jangan hanya diam. Perlu ada masukan kepada gubernur dan jajarannya,” katanya.

Rencana pembangunan patung Yesus di atas lahan seluas enam hektar ditangani Dinas PU Provinsi Papua. Ketinggian patung mencapai 67 meter dengan bahan berupa perunggu, tembaga, dan ada bagian-bagian khusus yang menggunakan emas murni.

Pemerintah Papua mengalokasikan dana Rp 10 miliar untuk lahan pembangunan patung Yesus. Dana itu dialokasikan tahun anggaran 2018, lewat  Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Papua.

“Untuk membayar pembebasan lahan pembangunan patung Yesus Kristus di kawasan Kayu Batu,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Papua, Djuli Mambaya belum lama ini.

Katanya, sudah ada pembebasan lahan senilai kurang lebih Rp3,7 miliar, tapi itu belum cukup.

“Semua proses diselesaikan satu per satu, sehingga saat pembangunan konstruksi, tidak ada masalah lagi dengan masyarakat pemilik ulayat,” ucapnya. (Sumber: tabloidjubi.com)

Advertisement