Harga Beras di Distrik Okaba Mencekik Leher

Harga Beras di Distrik Okaba Mencekik Leher

Masyarakat di kampung-kampung di Distrik Okaba, Kabupaten Merauke

Metro Merauke- Harga beras di beberapa kampung di Distrik Okaba, Kabupaten Merauke, Papua mencekik leher, hingga mencapai Rp25.000 per kilogram.

Kepala Distrik Okaba, Fransiskus Kamijay kepada wartawan beberapa hari lalu mengatakan, melambungnya harga beras di wilayah itu karena ulah pedagang. Mereka menaikkan harga beras, ketika melihat cadangan beras sejahtera (rastra) masyarakat  sudah tak ada lagi.

“Memang pernah harga beras di tingkat pedagang sampai Rp 25.000 per kilogram. Itu adalah permainan harga oleh para pedagang, lantaran beras tidak ada,” kata Fransiskus Kamijay.

Menurutnya, keterlambatan pengiriman rastra, akibat masyarakat belum menyetor uang untuk menebus beras di Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Merauke, dan perhitungan gelombang laut.

Katanya, kalau cuaca kurang bersahabat dan gelombang besar, dipastikan rastra tak bisa dibawa ke distrik untuk diberikan kepada masyarakat sembilan kampung.

Untuk saat ini lanjut dia, baru dilakukan pendropingan rastra kepada masyarakat tiga bulan sekali, sehingga masih ada cadangan.

“Tetapi jika sudah habis, pasti pedagang akan memanfaatkan situasi. Biasanya mereka menjual paling tinggi Rp25.000 per kilogram. Kalaupun turun, harganya Rp12.500 per kilogram. Itu sudah standar, dan tidak mungkin pedagang menurunkannya lagi,” ujarnya. (LKF/Arjuna)

Advertisement