Pesona Mandiri Nusa Dua Fiesta Rasa Aceh Sampai Papua

Pesona Mandiri Nusa Dua Fiesta Rasa Aceh Sampai Papua

Tarian dari ujung barat Indonesia hingga ujung timur Indonesia membuka acara Pesona Nusa Dua Fiesta tahun ini | Foto: Liputan6/Dinny Mutiah

Metro Merauke – Pesona Mandiri Nusa Dua Fiesta kembali digelar ke-21 kalinya di kawasan Nusa Dua, Bali. Ajang promosi wisata kawasan elit ini menampilkan sederet hiburan yang memanjakan mata dan hati.

Sebagai menu pembuka, sejumlah lelaki bertubuh kekar menampilkan kostum karnaval sekelas Jember Fashion Carnival. Namun, perancangnya asli putra Bali bernama Gede Yudi.

Salah satu yang menarik perhatian adalah kostum bertema barong Bali. Para pengunjung, terutama turis mancanegara, sampai antre untuk berfoto bersama si pemakai kostum. Setiap kali diajak berfoto, lelaki itu berpose selaras dengan kostum yang dikenakannya.

“Butuh dua jam untuk persiapan,” kata si pemakai kostum barong itu kepada Liputan6.com sesaat sebelum menuju panggung terbuka, Rabu (11/10).

Selain kostum barong Bali, ada pula yang mengenakan pakaian bertema suku Dayak dan keindahan burung merak. Diiringi lagu ritmis, mereka berlenggak-lenggok dengan dinamis. Sayang, lampu sorot tak maksimal menyorot mereka sehingga penonton tak bisa menikmati detail kostum penampil dengan maksimal.

Seusai penampilan deretan peserta karnaval, acara beralih ke panggung utama. Di bawah permainan lampu sorot, para penari menampilkan tema utama pertunjukan bertajuk Indonesia sebagai Rumah Untuk Semua.

Sesi pembuka menampilkan penari yang mengibarkan bendera Merah Putih di ujung batang bambu. Sebagian lainnya menampilkan properti yang juga bertema Merah Putih. Ikon utama dalam sesi pembuka adalah penari berkostum Burung Garuda yang ditandu oleh empat orang lelaki.

Sesi berikutnya menampilkan kekayaan budaya Indonesia dari ujung barat hingga ujung timur. Penari saman mewakili Aceh dan para penari rentak melayu dari Riau mewakili kekayaan budaya Sumatera. Berikutnya tarian dari Betawi dan jaipongan dari Jawa Barat dengan iringan lagu daerah Jawa Tengah seolah menunjukkan kekayaan budaya dari Pulau Jawa.

Sesi berikutnya adalah pertunjukan tari Dayak, disusul wakil dari Sulawesi dan tentu saja Bali. Di sela-sela penampilan para penari itu, sejumlah peserta kostum karnaval lain yang sebelumnya tak ikut tampil dalam pertunjukan pembuka ikut berlenggak-lenggok.

Rangkaian tarian nusantara ditutup dengan tarian rancak dari Papua. Seluruh penampil dalam karnaval berjudul The Color of Nusantara selanjutnya kembali hadir di panggung untuk menyampaikan salam perpisahan.

Pertunjukan karnaval ini merupakan rangkaian acara Nusa Dua Fiesta hari pertama yang bertema art techno. Acara Nusa Dua Fiesta akan berlangsung pada 11-15 September 2017 di Pulau Peninsula.

Pertunjukan kembang api yang diaba-aba oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya yang menancapkan laser menandai pembukaan resmi Nusa Dua Fiesta. Menurut Arief, festival tahun ini merupakan yang pertama kali dibiayai sepenuhnya oleh sponsor.

“Saya memang challenge direksi (ITDC) untuk membuat outdoor MICE yang digelar setiap tahun atau setiap waktu-waktu tertentu. Jadi, nanti Nusa Dua tidak hanya dikenal sebagai tempat formal meeting tapi juga informal leisure,” kata Arief seusai pembukaan.

Di sisi lain, Direktur Indonesia Tourist Development Corporation (ITDC) Abdulbar M. Mansoer selaku BUMN yang ditugasi mengelola kawasan wisata Nusa Dua menargetkan acara tersebut bisa meningkatkan tingkat kunjungan wisata ke kawasan itu hingga 15 persen.

“Efeknya memang tidak langsung kerasa. Istilahnya kita mengharapkan ada repeat customer lewat acara ini. Harapannya, tingkat kunjungan wisata ke Nusa Dua di atas angka organik 12 persen, ini bisa meningkat sampai 15 persen,” ucap pria yang akrab disapa Barry itu. (Dinny Mutiah)

Sumber: Liputan6

Advertisement