Guru Malas, Warga Kampung Es Wambi Kecewa

Guru Malas, Warga Kampung Es Wambi Kecewa

Anak-anak di Kampung Wambi, Distrik Okaba, Kabupaten Merauke, Papua

Metro Merauke- Kepala Kampung Es Wambi, Distrik OKaba, Kabupaten Merauke, Papua, Finansius Kaize mengatakan, warga kampungnya yang berjumlah 119 kepala keluarga kecewa dengan sikap malas sejumlah guru SD, SMP, dan SMK yang bertugas di wilayah itu.

Ia mengatakan, oknum guru lebih banyak menghabiskan waktu di kota, tidak melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka terhadap siswa/siswi di kampung.

“Bagaimana mungkin masyarakat mau senang dengan para guru, kalau tingkat kehadiran di sekolah sangat minim. Sebulan mungkin hanya dua kali dalam kelas. Selebihnya di kota tanpa alasan jelas,” ujar Finansius kepada Metro Merauke, Selasa (10/10).

Menurutnya, lantaran guru jarang berada di tempat tugas, proses belajar mengajar tidak maksimal. Anak didik terlantar, dan tak mendapatkan ilmu pengetahuan dengan baik.

“Saya sudah berbicara di beberapa staf kampung kalau kondisi seperti begini terus terjadi, kami terpaksa turun tangan mengajar. Mau tidak mau, harus dilakukan, supaya anak-anak bisa membaca dan menulis,” ujarnya.

Katanya, kondisi pendidikan di Kampung Wambi sangat memprihatinkan. Padahal, ada jenjang pendidikan SD hingga SMK. Mestinya itu menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke untuk mengawasi guru.

“Langkah yang diambil Kepala Distrik Okaba, Fransiskus Kamijay menahan gaji guru sangat tepat, dan kami mendukung penuh,” ucapnya. (LKF/Arjuna)

Advertisement

1 komentar

  1. Kalo mmg mau guru tidak malas…coba dengar dulu pendapat guru-guru tentang proses KBM di Wambi. Apa betul semua itu kesalahan guru???? Masalah masyarakat yg tidak suka guru itu, masyarakat yang mana dulu??

    balas