Masyarakat Merauke Diimbau Waspadai Narkoba

Masyarakat Merauke Diimbau Waspadai Narkoba

Wakil Bupati Merauke, Sularso bersama Kapolda Papua, Irjen (Pol) Boy Rafli Amar dan komponen masyarakat mendeklarasikan anti narkoba di GOR Hiad Sai Merauke

Metro Merauke – Masyarakat Kabupaten Merauke, Papua diimbau mewaspadai masuknya narkoba ke wilayah itu, mengingat kabupaten di selatan Papua tersebut merupakan kawasan perbatasan dengan negara tetangga, Papua Nugini (PNG), dan Australia.

Letak geografis Kabupaten Merauke diduga tidak saja sebagai tempat transit perbatasan, namun dapat menjadi sasaran peredaran obat terlarang, berupa narkoba.

Wakil Bupati Merauke, Sularso mengatakan, penting mewaspadai sindikat peredaran narkoba luar negeri, maupun dari berbagai daerah lain di Indonesia.

Menurutnya, wilayah Merauke terindikasi sebagai target para pengedar, bandar, dan pelaku, untuk mengedarkan narkoba. Apalagi Merauke memiliki jalur strategis dari darat, laut, dan udara sebagai akses masuknya barang-barang haram itu.

Berdasarkan data kepolisian, pada 2015, aparat berhasil menangani lima kasus narkoba, dan 2016 menurun menjadi empat kasus.

“Tahun ini, hingga September telah tercatat ada tiga kasus narkoba yang ditangani kepolisian,” ujarnya dalam sambutannya saat deklarasi anti narkoba di Gor Hiad Sai, Senin (2/10).

Sularso mengingatkan seluruh masyarakatnya senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan dijadikannya Merauke sebagai tempat persinggahan, dan peredaran narkoba.

“Terbukanya akses transportasi darat, laut, dan udara, maka wilayah tersebut akan dijadikan sasaran peredaran narkoba. Yang menjadi sasaran utamanya adalah anak-anak, generasi muda, karena itu harus benar-benar diwaspadai,” katanya.

Lewat deklarasi anti narkoba yang dilakukan ribuan orang mulai pelajar, pegawai, TNI, Polri, dan dihadiri Kapolda Papua, Irjen (Pol) Boy Rafli Amar lanjut dia, menjadi langkah awal, dan itikat baik seluruh komponen, untuk bersama memerangi narkoba di Merauke. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement