Aras Kladen, Pelatih Bertangan Dingin Dalam Turnamen Flobamora Cup II

Aras Kladen, Pelatih Bertangan Dingin Dalam Turnamen Flobamora Cup II

Pelatih PS Lamaholot I, Aras Kleden (kiri) foto dengan pemain jelang pertandingan

Metro Merauke – Pelatih PS Lamaholot I, Aras Kladen mendapat julukan pelatih bertangan dingin dalam turnamen sepak bola Flobamora Cup II, lantaran selama pelaksanaan pertandingan, stadion Mini Maro, Kabupaten Merauke, Papua, tim asuhannya tak pernah menelan kekalahan.

“Saya menjuluki Aras Kleden sebagai pelatih bertangan dingin lantaran mampu membawa timnya bermain sangat baik, ketika menghadapi lawan-lawannya,” kata salah seorang pemain Sikka FC, Arnold Rudolf Senin, (2/10).

Menurutnya, Aras berhasil membuat tim asuhannya bermain apik di lapangan selama laga. Strategi yang diterapkannya, dilaksanakan para pemain PS Lamaholot I dengan baik.

Dalam laga, Minggu (1/10), dihadapan ribuan penonton di dua tribun, pertandingan seru tersaji di atas lapangan antara PS Lamaholot I menghadapi Ine Ebu II. Dalam laga tersebut, PS Lamaholot I mempecundangi lawannya dengan skors telak 3-0.

Babak pertama baru berlangsung beberapa menit, seorang pemain Ine Ebu II melakukan pelanggaran, dan wasit menunjuk titik pinalti. Acep Manuk, yang ditunjuk sebagai eksekutor melaksanakan tugasnya dengan baik, dan membawa timnya unggul 1-0.

Pascagol penalti, PS Lamaholot I semain meningkatkan serangan. Dua gol kembali berhasil dicetak tim asuhan Aras Kladen melalui kaki Rudy Kleden, dan skor 3-0 mengakhiri laga babak pertama. Memasuki babak kedua, tak ada lagi gol yang tercipta dari kedua tim, Ine Ebu II mencoba mengejar ketertinggalan.

Kepada Metro Merauke, Aras Kleden mengatakan, ia puas dengan permainan timnya, hingga mampu menjebolkan gawang lawan dengan skors 3-0.

Kemenangan itu menempatkan Lamaholot I sebagai pimpinan klasmen pool B dengan tujuh poin, disusul Kelimuti I dengan lima poin, Cendana FC empat poin, Ine Ebu dua point, dan Sikka II yang belum mengantongi poin sama sekali.

“Ini adalah kemenangan kita bersama orang Lamaholot dari Larantuka, Solor, Adonara, Tanjung Bunga serta Lembata,” katanya.

Ia berterimakasih kepada para sesepuh, dan masyarakat Lamaholot lainnya yang memberikan dukungan dengan rela datang ke lapangan menyaksikan langsung pertandingan selama beberapa pekan terakhir. (LKF/Arjuna)

Advertisement