Aksi Begal di Makassar Bermodal Pisau Dapur Punya Mama

Aksi Begal di Makassar Bermodal Pisau Dapur Punya Mama

Ilustrasi Begal Motor | Foto: Liputan6

Metro Merauke – Empat remaja digelandang ke Markas Reserse Mobile (Resmob) Polsek Panakukang Makassar karena diduga terlibat dalam aksi pencurian dengan kekerasan (curas) alias begal di sejumlah wilayah hukum Polsek Panakukang Makassar.

Keempat remaja itu diketahui masing-masing berinisial MA (14), AR (16), RU (18), dan NL (17). Mereka ditangkap di tempat terpisah.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani, mengatakan awalnya tim Resmob Polsek Panakukang menangkap dua pelaku, masing-masing MA dan AR, saat hendak masuk ke sebuah minimarket di bilangan Jalan Toddopuli Makassar. Dari tangan keduanya, tim mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan dalam aksi begalnya.

“Ada tiga buah anak panah beserta pelontarnya dan sebuah pisau dapur milik mamanya yang diselip di pinggang salah satu pelaku, MA,” kata Dicky kepada Liputan6.com, Minggu, 1 Oktober 2017.

Tim yang menginterogasi keduanya kemudian bergegas mengejar pelaku begal lainnya. Tim berhasil menangkap dua orang rekan pelaku berinisial RU dan NL saat berada di rumah masing-masing di wilayah Kelurahan Toddopuli, Makassar.

“Keduanya ditangkap di rumahnya, lalu digelandang ke Pos Resmob Polsek Panakukang Makassar untuk diinterogasi lebih lanjut,” kata Dicky.

Berdasarkan pengakuan para pembegal, diketahui mereka secara berkelompok saat aksi begal terakhir di Jalan Urip Sumoharjo Makassar. Tepatnya di bawah jembatan flyover, mereka merampas tas milik korban yang berisikan sebuah telepon genggam Galaxy Tab berwarna putih dan surat-surat penting lainnya beserta uang Rp 400 ribu.

“Mereka masing-masing berboncengan dalam menjalankan aksi begalnya. Sedangkan, peralatan pendukung mereka gunakan pisau dapur yang mereka curi dari dapur mamanya serta busur rakitan,” ujar Dicky.

Hasil begal berupa telepon genggam milik korban lalu dijual ke penadah. Hasilnya dipakai untuk bersantai. Sementara, tas milik korban yang berisikan surat-surat penting dibuang ke danau yang berlokasi di daerah Tanjung Bayang Makassar.

“Para pelaku beserta barang bukti sudah dibawa ke Mako Polsek Panakukkang dari Pos Resmob untuk diproses lebih lanjut,” kata Dicky. (Eka Hakim)

Sumber: Liputan6

Advertisement