Mobil Listrik Berkembang, Bagaimana Industri Pengolahan Minyak?

Mobil Listrik Berkembang, Bagaimana Industri Pengolahan Minyak?

Foto: Liputan6.com/Pebrianto Wicaksono

Metro Merauke – Pemerintah sedang mendorong pengembangan mobil listrik untuk meningkatkan ketahanan energi di masa depan. ‎Jika mobil listrik telah berkembang, bagaimana nasib industri pengolahan minyak mentah?

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengaku mendapat pertanyaan tentang nasib industri kilang jika kendaraan bermotor sudah banyak yang menggunakan listrik.

“Saya dapat pertanyaan, kalau ada mobil listrik kilang gimana?” kata Jonan, ‎saat membuka Pekan Pertambangan dan Energi 2017, di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (26/9).

Menurut Jonan, hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan. Pasalnya, dalam 30 tahun ke depan mobil listrik tidak akan menjadi kendaraan mayoritas, sehingga sebagian besar kendaraaan baik mobil maupun motor tetap menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kecuali jika pemerintah memberikan insentif yang cukup besar untuk mendorong penggunaan mobil listrik. Insentif tersebut harus revolusioner dan sangat besar.

Jonan menyebutkan beberapa usulan tersebut. Salah satunya adalah pelarangan penjualan mobil berbahan bakar fosil pada 2040 dan pembebasan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) dan bea masuk mobil listrik.

‎”Misalnya saya mengajukan mulai 2040 tida ada penjualan mobil fosil, tapi memang ini belum disetujui,” tutup Jonan.

Minyak masih digunakan
Kepala ekonom Briti‎sh Petroleum (BP) Group Spencer Dale mengatakan, perkembangan industri mobil listrik tidak akan mengurangi konsumsi minyak secara signifikan. Pasalnya, kendaraan hanya memakan porsi 21 persen dalam konsumsi minyak di seluruh dunia.

Konsumsi minyak dunia saat ini mencapai 95 juta barel per hari. Porsi untuk transportasi darat khususnya untuk mobil tak terlalu besar atau hanya sekitar 20 juta barel per hari. Artinya, porsi konsumsi minyak dunia untuk mobil hanya 21,05 persen saja.

Oleh karena itu, Spencer menyebutkan bahwa jika seluruh mobil mengganti sumber energi dari Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi listrik, maka konsumsi minyak masih tetap tinggi yaitu di kisaran 75 juta berel per hari.

Dale memperkirakan, penggunaan mobil listrik juga belum terlalu signifikan. Dari 1 miliar jumlah mobil yang beredar di seluruh dunia saat ini, hanya sekitar 2 juta unit saja yang sudah menggunakan energi listrik.

“Jumlah mobil kemungkinan akan meningkat dua kali lipat menjadi 2 miliar dalam 20 tahun, karena meningkatnya kesejahteraan negara berkembang,” kata Dale. (Pebrianto Eko Wicaksono)

Sumber: Liputan6

Advertisement