Kepala Kampung Onggari Pertanyakan Dana Otsus untuk Pertanian

Kepala Kampung Onggari Pertanyakan Dana Otsus untuk Pertanian

Kepala Kampung Onggari, Distrik Malind, Kabupaten Merauke, Papua, Daniel Ndiken (kiri) menemui Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Merauke, Ratna Lauce, Senin (25/9).

Metro Merauke – Kepala Kampung Onggari, Distrik Malind, Kabupaten Merauke, Papua, Daniel Ndiken menemui Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Merauke, Ratna Lauce, Senin (25/9).

Daniel ingin mendapat penjelasan terkait kuota dana Otsus kepada orang asli Papua dalam bidang pertanian di kampung, karena merasa tidak puas, lantaran program pengembangan padi di lokasi Otsus yang dalam tahap sosialisasi, tidak sesuai harapan warganya.

Ia mengatakan, di Kampung Onggari, warga memiliki lahan seluas 130 hektar, bantuan pengembangan padi Otsus hanya untuk lahan seluas 20 hektar.

“Ini terjadi kecemburuan karena dianggap tidak ada keadilan. Kami minta supaya lahan yang ada ini bisa dioptimalkan,” kata Daniel Ndiken kepada Ratna Lauce.

Selain itu menurutnya, bantuan untuk pengembangan padi Otsus, hanya berupa pupuk dan benih dari Dinas Pertanian Provinsi Papua, melalui Dinas Pertanian Kabupaten Merauke.

Katanya, lahan seluas 130 hektar perlu dioptimalkan, sehingga tidak ada kecemburuan diantara warga.

“Kami minta dinas mengupayakan, supaya lahan yang sudah kami siapkan itu dioptimalkan. Untuk itu, perlu data terbaru masyarakat penerima Otsus, bukan berpatokan pada data lama,” ujarnya.

Kabid Tanaman Pangan, Ratna Lauce mengatakan, pengembangan padi Otsus dilakukan di lima distrik,  16 kampung dan dua kelurahan yang mendapat program padi Otsus. Namun Dinas pertanian Merauke hanya pelaksana program, karena ini merupakan gagasan provinsi.

“Semua ini juga disesuaikan dengan dana yang tersedia, sehingga kami membaginya ke seluruh kampung penerima Otsus secara merata, dengan luas lahan yang fariatif,” kata Ratna.

Dana Otsus lanjut dia, tidak hanya fokus pada pertanian, melainkan juga bidang lainnya. Namun masukan tersebut menjadi catatan dinas untuk mengupayakan, kedepan ada penambahan luas lahan.

“Tetapi masyarakat juga harus bisa menerima atau merespon dengan baik program yang ditawarkan. Jangan sampai tidak mencapai hasil yang diharapkan,” ucapnya.

Ia berharap, masyarakat mengerti, semua program yang dilaksanakan berdasarkan kuota dana yang tersedia. (Getrudis/Arjuna)

Advertisement