Tenaga Medis Minim, Permintaan Kalapas Belum Dapat Dipenuhi

Tenaga Medis Minim, Permintaan Kalapas Belum Dapat Dipenuhi

Ilustrasi Lapas Klas IIB Merauke, Papua

Metro Merauke – Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, Papua belum dapat memenuhi permintaan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Merauke, Suroto untuk penempatan tenaga medis di Lapas Klas IIB Merauke, setelah poliklinik dibangun nantinya, karena jumlah tenaga medis di kabupaten itu masih minim.

“Saya sudah mendapat surat tembusan dari Kalapas Merauke. Dalam surat tersebut, ada permintaan penempatan medis di dalam Lapas saat poliklinik sudah dibangun,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, Adolf Bolang kepada Metro Merauke, Senin (25/9).

Meski begitu menurutnya, ia telah memerintahkan kepada kepala bidang di dinas berkoordinasi dengan puskesmas terdekat, sehingga dapat mengatur jadwal pelayanan kesehatan secara rutin dalam lapas, untuk para narapidana maupun tahanan.

Dalam surat itu juga lanjut Adolf, pihak lapas meminta semua biaya pengobatan ditanggung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke. Namun hal ini harus dikomunikasikan secara baik terlebih dahulu, karena di dalam Lapas, tahanan maupun napi, bukan hanya warga Merauke, melainkan ada juga dari kabupaten pemekaran seperti Mappi, Asmat, dan Boven Digoel.

“Saya menyarankan kepada Kapalas agar membuat usulan langsung kepada Kementerian Hukum dan HAM, terkait penempatan tenaga medis di Lapas Merauke,” ujarnya. (LKF/Arjuna)

Advertisement