Pemilik Ulayat Lahan SMPN I Merauke Tuntut Rp2 Miliar

Pemilik Ulayat Lahan SMPN I Merauke Tuntut Rp2 Miliar

Sasi adat yang dipasang pemilik ulayat di jalan masuk halaman sekolah SMP Negeri 1 Merauke, Papua

Metro Merauke – Masyarakat adat dari empat marga yakni Mahuze, Gebze, Kaize dan Basik-Basik, yang mengklaim pemilik tanah ulayat lahan SMP Negeri I Merauke, Papua, kembali menduduki sekolah di Jalan Pendidikan, Kota Merauke itu, Jumat (22/9).

Mereka mendesak Pemkab Merauke membayar ganti rugi hak ulayat senilai Rp2 miliar untuk tanah seluas 14 ribu meter persegi, yang menjadi lokasi sekolah.

Selain memasang janur (daun kelapa muda) di pagar sekolah, pemilik ulayat sejak pukul 06:00 WIT juga memasang sasi adat, dan mendirikan tenda terpal di halaman sekolah. Aksi ini membuat kepolisian menyiagakan anggotanya di lokasi pemalangan.

Akibat pemalangan itu, ratusan pelajar SMP Negeri I Merauke yang telah datang ke sekolah, urung mengikuti aktifitas belajar mengajar, dan terpaksa dipulangkan oleh para guru.

Bupati Merauke, Frederikus Gebze, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kapolres Merauke, dan pemilik ulayat telah bertemu untuk mencari solusi.

Kepada wartawan, salah satu pemilik ulayat, Ignasius Bole Gebze mengatakan, pihaknya meminta pemerintah menseriusi tuntutan pemilik ulayat.

“Awalnya kami minta permeter persegi Rp200 ribu dan sudah ada negosiasi, sehingga disepakati Rp150 ribu. Pemerintah bersedia menyelesaikan pembayaran dengan panjar Rp800 juta, dan sisanya pemkab menyanggupi setelah sidang perubahan anggaran,” kata Ignasius.

Setelah ada kesepakatan, pemilik ulayat bersedia mencabut sasi adat, sebagai pertanda akitiftias pendidikan di SMPN 1 Merauke dapat kembali berlangsung normal. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement