Tim Ekspedisi NKRI Sosialisasi Revolusi Mental di Merauke

Tim Ekspedisi NKRI Sosialisasi Revolusi Mental di Merauke

Suasana sosialisasi gerakan nasional revolusi mental di Aula Kodim 1707/Merauke, Selasa (19/9)

Metro Merauke – Tim ekspedisi NKRI Subkorwil-3 Merauke, Papua melakukan sosialisasi gerakan nasional revolusi mental di Aula Kodim 1707/Merauke, Selasa (19/9), yang diikuti pelajar, mahasiswa dan organisasi kepemudaan.

Komandan Korem 174/Anim Ti Waninggap, Brigjen TNI Asep Setia Gunawan ketika membuka sosialisasi mengatakan, revolusi mental adalah gerakan seluruh masyarakat, yang merupakan gagasan Presiden RI, Joko Widodo.

Diharapkan, dengan gerakan revolusi mental secara nasional, menjadikan Indonesia berdaulat, berdikari dan berkepribadian.

“Gerakan ini selaras dengan nawacita Presiden Joko Widodo. Revolusi mental merupakan cara cepat mengangkat kembali nilai-nilai strategis yang diperlukan bangsa dan negara, supaya mampu menciptakan ketertiban dan kesejahteraan rakyat,” kata Danrem.

Menurutnya, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, bekerjasama dengan tim ekspedisi NKRI koridor Papua bagian selatan 2017, telah menggelar sosialisasi revolusi mental di Kabupaten Merauke, Asmat, Mappi, dan Boven Digoel.

Nilai-nilai revolusi mental ditetapkan dalam lima gerakan perubahan yaitu, gerakan Indonesia melayani, gerakan Indonesia bersih, gerakan Indonesia tertib, gerakan Indonesia mandiri dan gerakan Indonesia bersatu.

Sosialisasi dihadiri Deputi I Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI , Marsekal Muda (Purn) Masmun Yan M, sebagai pemateri revolusi mental.

“Sosialisasi revolusi mental  sangat penting diberikan, sebagai motivasi generasi muda menjadi pemimpin tangguh penuh integritas dimasa depan,” ucapnya.

Katanya, revolusi mental adalah perubahan cepat cara pikir, cara kerja, dan cara hidup. Revolusi mental akan membentuk pribadi untuk bekerja dengan penuh integritas, etos kerja, serta gotong royong, yang mencakup kerja sama, kesetiakawanan, solidaritas, menghargai perbedaan dan kemajemukan serta toleransi.

“Semua pihak dan elemen masyarakat harus menyadari pentingnya revolusi mental demi mencapai cita-cita bangsa Indonesia sejahtera,” katanya. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement