Pemkab Intan Jaya akan Wujudkan Perdamaian Bayar Kepala

Pemkab Intan Jaya akan Wujudkan Perdamaian Bayar Kepala

Bupati dan Wakil Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni-Yan Kobogoyau (tengah) bersama legislator Papua dari daerah Intan Jaya dan Wakil Ketua I DPRD Intan Jaya

Metro Merauke – Pemkab Intan Jaya, Papua menyatakan kini berupaya melakukan perdamaian secara adat dan bayar kepala, pascabentrok antarpendukung pasangan calon kepala daerah di wilayah itu.

Bentrok antarpendukung pasangan calon terjadi, 23-24 Februari 2017, dan pembakaran beberapa kantor instansi pemerintahan, 30 Agustus 2017, usai Mahkamah Konstitusi (MK) memenangkan pasangan calon kepala daerah petahana, Natalis Tabuni-Yan Kobogoyau, yang juga merupakan pasangan kepala daerah aktif Intan Jaya, hingga November 2017.

“Kami sebagai paslon, yang juga bupati dan wakil bupati bersama seluruh tim, anggota DPR Papua dan Intan Jaya, berkomitmen menyelesaikan masalah dan melakukan pemulihan pascakonflik,” kata Natalis Tabuni di Kota Jayapura dalam keterangan persnya, Kamis (14/9).

Menurut Natalis yang akrab disapa Nato, beberapa langkah sudah dilakukan pihaknya yakni bertemu secara perorangn dengan pihak terkait, maupun dengan Kapolda Papua, Irjen (Pol) Boy Rafli Amar.

“Kapolda akan memediasi kami bicara dengan tim paslon nomor 2, bagaimana penyelesaiannya, karena ada empat korban dari massa paslon nomor 2. Adat Intan Jaya, harus bayar kepala, pembayaran kepala dilakukan tahapan pertama, kemudian kapan ritual perdamaiannya, sesuai kesepakatan,” ujarnya.

Katanya, bayar kepada tidak hanya dilakukan untuk massa paslon nomor 2, hal serupa sudah dilakukan pihaknya terhadap dua orang yang meninggal dunia dari kubunya.

“Kami sudah selesaikan bayar kepala secara adat. Sekarang tinggal perdamaiannya. Tuhan pasti buka jalan untuk perdamaian,” katanya.

Langkah yang akan dilakukan Pemkab Intan Jaya kedepan lanjut dia, konsolidasi, yang berujung pembayaran kepala dan perdamaian perang, rekonsiliasi konperhensip, rekonstruksi, dan merehabilitasi bangunan yang dibakar massa, serta kelengkapan fasilitas kerja dan lainnya.

“Perdamaian adalah komitmen bersama antartim dan kami paslon nomor urut 3 dan paslon nomor urut 2. Kami akan merangkul mereka supaya ambil bagian dalam pembangunan,” ucapnya.

Menggelar perdamaian, bukan hal baru yang akan dilakukan Natalis Tabuni-Yan Kobogayau. Paslon ini telah melakukan hal serupa ketika memenangi pilkada Intan Jaya, 2012 lalu.

“Ketika itu terjadi hal yang sama, namun dalam pelantikan SKPD, baik eselon II dan III, kami melantik lawan yang pernah menggugat kami sampai ke MK. Kerjasama dalam komitmen politik bukan hal baru. Kami optimis dapat melakukan ini,” ujarnya.

Legislator Papua dari daerah pemilihan Intan Jaya, Maria Duwitau mengatakan, pihaknya mendukung proses perdamaian di daerahnya. Sebagai anak asli Intan Jaya, tentu ia sedih dengan kondisi itu.

“Tapi harapan kami, semua pihak mendukung pemkab menyelesaikan kasus ini, dan pasti kami dukung, sehingga semua berjalan aman, nyaman dan damai dalam proses pemerintahan lima tahun kedepan,” kata Maria.

Wakil Ketua I DPRD Intan Jaya, Yakop Labene mengatakan, setelah putusan MK, semua pihak harus bersatu membangun Intan Jaya.

“Untuk perdamaian, kami DPRD siap mendorong anggaran dalam APBD perubahan, kalau pemerintah mengajukannya,” ujar Yakop. (Arjun)

Advertisement