“Papua Badboy” Ingin Bangkit di ONE Championship

“Papua Badboy” Ingin Bangkit di ONE Championship

Arsip - Petarung Indonesia, Sunoto (celana hitam) ingin membuat kejutan dengan mengalahkan lawan asal Kamboja, Chen Heng pada ONE Championship di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (14/1) lalu | Foto: Istimewa

Metro Merauke – Adrian “Papua Badboy” Matheis bertekad bangkit pada kejuaraan tarung bebas bergengsi yaitu ONE Championship di Jakarta Convention Center Jakarta (JCC) Jakarta, Sabtu (16/9) setelah pada kejuaraan sebelumnya selalu terganjal.

“Saya ingin menunjukkan kepada penonton siapa sebenarnya ‘Papua Badboy’. Saya tidak ingin mengecewakan tim saya dan negara. Yang jelas saya telah mempersiapkan diri dengan baik,” kata Matheis dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Sebelum turun di ONE Championship 2017, Matheis mengalami tiga kekalahan beruntun. Namun, untuk kembali ke permainan terbaik dirinya menggaet pelatih yang juga mantan petarung ONE Championship kelas welter, Zuli “The Shark” Silawanto.

Pada pertarungan penentuan langkah untuk kembali bersinar, Matheis akan menghadapi petarung asal Kamboja, Phat Soda. Pria 28 tahun ini merupakan juara nasional Khun Khmer selama tiga tahun. Pertarungan ini diprediksi bakal berlangsung dengan ketat.

Pertarungan melawan Soda terpaut 113 hari dari pertarungan terakhir Papua Badboy di ONE Championship. Kondisi ini akan dijadikan motivasi tersendiri selain berlatih dengan keras. Matheis berencana untuk melakukan pendekatan berbeda saat bertemu dengan Soda, dimana ia ingin menghindari pertarungan di atas matras dan bertahan dengan tinju.

“Saya ingin mengetahui seberapa bagus permainan atas saya kali ini. Saya ingin perubahan. Pertarungan di atas matras sangat melelahkan. Anda membutuhkan lebih banyak tenaga,” katanya menambahkan.

Meskipun dirinya sangat percaya diri bahwa ia akan mengangkat kedua tangannya setelah melawan Soda, Matheis menekankan bahwa ia begitu menghormati lawannya yang berpaspor Kamboja itu. Matheis tak keberatan jika harus bertarung tiga ronde penuh melawan Soda, namun ia mengakuinya bahwa tujuannya adalah untuk memastikan kemenangan.

“Saya ingin mendominasi selama tiga ronde. Namun saya berharap dapat menyelesaikannya segera. Ini adalah cara paling baik untuk mengatakan pada dunia bahwa saya telah kembali,” kata Matheis menegaskan.

Selain “Papua Badboy:, Indonesia juga menurunkan dua petarung terbaik saat ini yaitu Stefer Rahardian dan Sunoto. Kedua petarung ini diharapkan mampu membawa nama Indonesia berkibar di ONE Championship karena pengalaman yang dimiliki cukup tinggi.

Untuk partai puncak akan mempertemukan petarung asal Kazakhstan, Kairat Akhmetov yang akan menghadapi petarung asal Filipina, Geje Eustaquio yang akan bertarung di kelas terbang ONE Championship 2017. (Bayu Kuncahyo)

Sumber: Antara

Advertisement