Mengusir Galau karena Usia Bertambah Tua

Mengusir Galau karena Usia Bertambah Tua

Ilustrasi | Foto: Thinkstockphotos

Metro Merauke – Dalam masyarakat saat ini, ketika dunia dipenuhi oleh generasi millenial, usia yang terus bertambah bisa menimbulkan olok-olok tersendiri.

Kemudaan begitu dipuja dan menjadi tua sebisa mungkin dihindari. Tetapi, siapa yang bisa menahan lajunya umur. Yang bisa kita lakukan adalah tetap bahagia menikmati hidup. Menjadi tua bukan berarti kualitas hidup boleh menurun.

Kebanyakan orang tidak akan menganggap usia 38 tahun layak disebut tua. Nyatanya, setelah kita melewati median usia sekitar 37 tahun, secara statistik kita termasuk “tua”.

Penelitian menunjukkan, rata-rata orang mulai merasa tua di usia pertengahan 60 tahun. Hasil survei dari lembaga Pew Research Center yang melibatkan 3000 orang menyebutkan, usia 68 tahun adalah periode ketika usia senja dimulai.

Profesor ilmu sosial di Aldelphi University, Daniel B.Kaplan, mengatakan hidup sampai usia tua bisa dianggap sebuah prestasi. “Usia harapan hidup masyarakat terus bertambah sejak abad 20,” katanya.

Menurut ahli neurologi Dr.Gayatri Devi, penampilan bisa membuat perubahan, terutama agar kita menikmati proses penuaan.

Ia menyebutkan salah seorang pasiennya yang selalu mengatakan, “Usia tua memiliki wajah yang buruk.” Pasien itu meninggal di usia 84 tahun.

Pasien lain yang berusia 98 tahun, mengatakan pada Devi bahwa ketika masih muda ia secantik aktris Elizabeth Taylor. Ketika dokter mengatakan bahwa pasti sulit baginya menerima kenyataan saat ini karena dulunya ia begitu cantik.

Pasien itu langsung menjawab, “Apa maksud dokter? Apakah saya sudah tidak cantik lagi?”. Pasien itu kini berusia 100 tahun.

Banyak teman
Cara lain untuk menikmati pertambahan usia adalah berteman dengan banyak orang “dari berbagai dekade usia”.

Punya teman dari berbagai generasi juga dapat membantu mengusir rasa kesepian jika salah satu teman yang sepantaran pindah, meninggal, atau sakit sehingga tidak bisa ke mana-mana.

Kualitas hidup kita di masa tua sebenarnya berada di bawah kendali. Pilihan gaya hidup dan kebiasaan akan berpengaruh pada status kesehatan.

Rutin berolahraga, tidur cukup, dan menjaga pola makan, akan membantu kesehatan fisik, yang akhirnya berdampak pada kesehatan mental dan otak.

Walau mengalami penurunan kesehatan dan pendapatan, namun secara umum orang tua sebenarnya lebih bahagia dan tidak stres.

“Mayoritas orang tua menikmati perkembangan setiap aspek emosional dalam hidupnya. Mereka juga lebih fokus pada informasi positif,” kata Kaplan.

Terakhir, jangan mengikuti stereotipe. Memang benar semakin tua kita akan semakin gemuk dan kemampuan berpikir menurun. Tetapi, jangan menyerah dan mengikuti stereotipe itu.

“Seringkali, mitos dan stereotipe itu menjadikan batasan bagi kita. Orang tua pun bisa tetap berjiwa muda dan penuh semangat untuk belajar hal baru,” kata Leslie K.Hasche, peneliti bidang penuaan. (Lusia Kus Anna)

Sumber: Kompas

Advertisement