WWF Merauke: Perdagangan Kanguru Masih Marak

WWF Merauke: Perdagangan Kanguru Masih Marak

Direktur WWF Merauke, Marco Wattimena

Metro Merauke – World Widelife Fund (WWF) Merauke, Papua meminta komitmen pemerintah dan masyarakat menjaga satwa, salah satunya kanguru supaya tidak punah, karena kini perdagangan satwa tersebut masih marak.

Direktur WWF Merauke, Marco Wattimena mengatakan, perdagangan satwa liar  yang dilindungi selama ini masih marak ditemukan. Kanguru, bahkan menjadi incaran perburuan dan perdagangan.

Kondisi ini, katanya patut menjadi perhatian bersama, apalagi kanguru adalah hewan dilindungi, sehingga perlu diselamatkan dari kelangkaan habitatnya di Merauke.

“Kanguru menjadi satwa asli di Papua dan keberadaanya dilindungi negara. Di Merauke, kanguru masuk sebagai salah satu marga. Secara aturan jelas, kanguru sama sekali tidak boleh diambil,” ucapnya kepada Metro Merauke, Senin (11/9).

Hanya saja lanjutnya, setiap saat sebanyak 10 ekor lebih kanguru dapat keluar dari habitatnya. “Ada Perda nomor 5 tahun 2013 tentang pemanfaatan SDA berbasis masyakarat Malind Anim masih dimungkinkan oleh masyarakat asli, kanguru diambil dengan cara tradisonal, panah. Kalau pakai senjata sama sekali tidak dibenarkan. Namun kenyataannya diambil alasannya untuk dimakan, padahal banyak diperjual-belikan di pasaran,” katanya.

WWF berharap, aparat tekait lebih tegas dalam penegakan hukum yang jelas dan pengamanan sebagai efek jera terhadap pelaku perburuan satwa yang dilindungi. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement