Tanahnya Dipalang, Pensiunan Polisi Mengadu ke Polres Merauke

Tanahnya Dipalang, Pensiunan Polisi Mengadu ke Polres Merauke

Mantan Kasubag Humas Polres Merauke, Richard Nainggolan saat di Polres

Metro Merauke – Seorang pensiunan polri yang juga mantan Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Polres Merauke, Richard Nainggolan mengadu ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) polres setempat, Rabu (6/9), lantaran tanah miliknya di di Jalan Arafura, Kelurahan Samkai dipalang menggunakan janur oleh Yustinus Mahuze.

Kepada Metro Merauke, Rabu (6/9), Nainggolan mengatakan, tanah seluas 50×230 meter persegi itu ia beli dari pemilik ulayat, Laurensius Mahuze, 1999 silam seharga Rp7 juta 250 ribu.

“Kami melakukan transaksi jual beli dilengkapi dengan kwitansi dan meterai. Ada bukti-bukti lengkap yang saya simpan sampai hari ini,” ujarnya.

Dikatakan, setelah transaksi pembelian dilakukan, ia belum melakukan pemagaran, karena masih bertugas di daerah pedalaman. “Setelah sudah pensiun tahun lalu, saya berpikir harus buat pagar keliling. Maksudnya agar tidak ada yang mengganggu tanah tersebut,” katanya.

“Saya baru mulai pagar beberapa hari lalu dan tadi pagi, Yustinus Mahuze datang melakukan pemalangan, dengan memasang janur sambil meminta kegiatan dihentikan,” ucapnya lagi.

Menurutnya, alasan Yunstinus Mahuze memalang tanah itu lantaran belum ada upacara adat, termasuk pemotongan babi. “Saya menuruti saja dan lagsung datang di Polres Merauke meminta agar yang bersangkutan dipanggil untuk diselesaikan,” katanya.

Ia menyatakan, jika ada permintaan upacara adat dan pemotongan potong babi, ia siap. Tinggal saja dibicarakan dengan baik. Namun beberapa waktu lalu, ia mengurus sertifikat ke Badan Pertanahan Nasional (BPN), tapi sertifikat yang dikeluarkan BPN atas nama Slamet Riyadi dan telah digadaikan di salah satu bank.

Kata Nainggolan, ia kemudian ke bank dan menanyakannya. Ternyata benar sertifikat digadaikan atas nama Slamet. Pihak bank mengaku sudah kadaluarsa.

“Saya menebus dengan membayar Rp200 juta, namun kompensasinya adalah sertifikat atas nama saya. Direspon dengan baik dan kini sertifikat tanah atas nama saya,” ucapnya. (LKF/Arjuna)

Advertisement