Panen Padi di Yabamaru Dihadiri Dirut Perum Bulog Tanah Papua

Panen Padi di Yabamaru Dihadiri Dirut Perum Bulog Tanah Papua

Dirut Perum Bulog Papua dan Papua Barat bersama pihak terkait, panen raya di Kampung Yabamaru

Metro Merauke – Dirut Perum Bulog Papua dan Papua Barat (Tanah Papua), Djarot Kusumayakti menghadiri panen padi gadu di Kampung Yabamaru, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, 2017, Rabu (6/9).

Ketua Gapoktan Kampung Yabamaru, Bambang Utomo mengatakan, tanah garapan seluar 110 hektar dan pembukaan lahan baru seluas 424 hektar, sehingga total luas keseluruhan 1524 hektar dan dikelola 546 KK petani.

Menurutnya, dari luas lahan itu, para petani belum bisa mengelola dengan maksimal, karena terkendala pada irigasi dan pupuk. “Petani belum mampu beli pupuk nonsubsidi, sehingga hasil panen petani kurang maksimal, belum lagi masalah air dan irigasi,” katanya dalam laporannya, Rabu (6/9).

Selain itu, tekstur dan kualitas beras yang tidak bagus membuat harga jualnya jatuh dan merugikan para petani. Dalam kondisi seperti ini, petani berharap pihak Bulog tetapmembeli beras mereka, sehingga petani tidak merugi.

Dirut Perum Bulog Papua dan Papua Barat, Djarot Kusumayakti mengatakan, menurunnya kualitas padi atau beras petani, dipengaruhi kurang siapnya infrastruktur paska panen.

“Kami usahakan infrastruktur paska panen bisa tersedia. Untuk itu kami minta supaya diberikan tanah atau tempat, untuk penempatan peralatan. Kami dari Bulog akan mempersiapkannya untuk mendukung kualitas padi,” katanya.

Menurutnya, anggaran untuk menyiapkan mesin pengering dan alat penunjang lainnya untuk petani Merauke telah disiapkan. Ini sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah yang sudah mencanangkan Merauke sebagai lumbung pangan.

Bulog lanjut dia, kedepannya bukan hanya membeli beras, tetapi membeli gabah basah karena dapat disimpan dalam jangka waktu lama dan tidak mudah rusak. Hal ini tentunya akan lebih memudahkan padi di Merauke.

Asisten II Setda Provinsi Papua, Elia Loupatty mengatakan, pihaknya akan berupaya melaporkan langsung kepada Presiden Jokowi, terkait masalah pupuk yang menjadi persoalan dan belum dipecahkan, supaya ada afirmasi terhadap Papua, khususnya di Kabupaten Merauke.

“Pupuk itu badan usaha milik negara, jadi perlu ada afirmasi untuk mengatasi keluhan petani,” kata Loupatty.

Panen padi ini secara simbolis dilakukan Dirut Perum Bulog, Wakil Bupati Merauke, Sularso, Asisten II Setda Provinsi Papua dan para perwakilan pihak terkait. (Getrudis/Arjuna)

Advertisement